Posts

Showing posts from November, 2009

Biologi dan Ekologi Rumput Laut

Rumput laut merupakan nama komoditi dalam perdagangan nasional untuk jenis alga dan bukan terjemahan dari ”seagrass” atau nama lokalnya padang lamun. Rumput laut tergolong tanaman yang berderajat rendah, umumnya tumbuh melekat pada substrat tertentu, tidak mempunyai akar, batang maupun daun sejati tetapi hanya mempunyai batang yang disebut thallus. Rumput laut hidup di alam dengan melekatkan dirinya pada karang, lumpur, pasir, batu, dan benda keras lainnya (Rorrer, et al. 2004; Lee, et al. 1999). Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor-faktor ekologis serta jenis substrat dasarnya. Untuk pertumbuhannya, rumput laut mengambil nutrisi dari lingkungan sekitarnya secara difusi melalui dinding thallusnya. Perkembangbiakannya dilakukan dua cara, yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta secara tidak kawin dengan melalui vegetatif, konjugatif dan persporaan (Ditjenkan Budidaya, 2005). Struktur anatomi thallus tiap jenis rumput laut...

STATUS PERIKANAN RAJUNGAN KABUPATEN PANGKEP

Sektor perikanan dapat berperan dalam pemulihan dan pertumbuhan perekonomian bangsa ini karena potensi sumberdaya ikannya yang besar dalam jumlah maupun keragamannya. Selain itu, sumberdaya ikan merupakan sumberdaya alam yang selalu dapat diperbaharui (renewable resources) sehingga dapat bertahan dalam jangka panjang apabila diikuti dengan pengelolaan yang baik. Rajungan (Portunus sp) di Indonesia merupakan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang diekspor terutama ke negara Amerika, yaitu mencapai 60 % dari total hasil tangkapan rajungan, juga diekspor ke beberapa negara dalam bentuk segar yaitu Singapura dan Jepang sedangkan dalam bentuk olahan (dalam kaleng) diekspor ke Belanda. Jika penangkapan dilakukan terus menerus untuk memenuhi permintaan konsumen secara kontinyu tanpa adanya suatu usaha pengaturan, maka sumberdaya hayati ikan dalam kurun waktu yang akan datang dapat mengalami kelebihan tangkapan dan berakibat menggangu kelestarian sumberdaya (Nessa, dkk, ...

Kontrol Kualitas Air Dengan Menggunakan Spirulina platensis pada Bak Budidaya Udang

Cyanobacterium (Spirulina platensis) dipelihara bersamaan dengan udang windu (Penaeus monodon) untuk pengendalian kualitas air. Peneliti mengevaluasi pegaruh dari : (1) tiga percobaan S. platensis pada konsentrasi nitrogen anorganik di salah satu kepadatan udang ((kondisi S. platensis dicobakan antara lain : tanpa Spirulina platensis, tanpa panen dan panen semi kontinyu). (2) dua kepadatan udang pada konsentrasi nitrogen anorganik, dengan dan tanpa S. platensis. Pemanenan Semi kontinyu S. platensis pada satu kepadatan udang mengakibatkan pengurangan konsentrasi nitrogen anorganik (NH4, NO2 dan NO3) secara signifikan (P