Posts

Showing posts with the label akuakultur

PENANGANAN AQUARIUM IKAN HIAS

PENDAHULUAN Mengamati kegiatan usaha Perikanan khususnya ikan hias tentunya tak dapat dipisahkan dengan sarana penunjang yang yang tak kalah pentingnya dengan usaha ikan hias itu sendiri yaitu "AQUARIUM" karena betapun indahnya ikan hias apabila tidak ditunjang dengan penampilan aquarium serta dekorasi yang memadai, maka sesungguhnya nilai keindahan itu telah berkurang dan ini hanya bisa dicapai melalui penanganan yang tekun dan kontinue. PERLENGKAPAN AQUARIUM 1) Aquarium dalam keadaan bersih dan tidak bocor 2) Tanaman hdiup secukupnya 3) Bahan-bahan dekorasi: pasir bersih (tidak mengandung lumpur), koraltex, akar kayu dan batu karang 4) Pompa udara (aerator) sebagai alat penambah oksigen dalam air 5) Lampu neon ultra violet pada malam hari dapat menimbulkan rasa alami yang mempesona 6) Filter yang dihubungkan dengan aerator berfungsi sebagai penyaring kotoran dalam air 7) Peralatan lainnya: slang plastik, serokan dan pembersih kaca TEKNIS DEKORASI AQUARIUM 1) Pasir dimasuk...

DESKRIPSI REPRODUKSI RAJUNGAN

Kepiting rajungan dapat hidup pada berbagai habitat seperti pantai bersubstrat pasir, pasir berlumpur, pasir putih berlumpur bersama-sama rumput laut di selat-selat terbuka dan pulau-pulau berkarang (Moosa, 1981). Menurut Sakai dkk. (1983), sebagian besar kepiting rajungan hidup di laut dan menetap pada zona intertidal pada dasar perairan dangkal. Delsman dan De Man (1925) dalam Fatuchri (1972) menyatakan bahwa penyebaran kepiting rajungan adalah Laut Merah, Laut Tengah, Samudra Hindia (Natal, Zanzibar, Madagaskar, dan India), Teluk Persia, Kepulauan Mergui, Singapura, Kepulauan Indonesia, Philipina, Laut Cina, Australia, New Zealand, New Caledonia, Tahiti, dan Jepang. Romimohtarto (1977) menyatakan bahwa musim pemijahan rajungan lebih mudah diamati dari pada ikan, hal ini dapat ditandai dengan terdapatnya telur-telur yang sudah dibuahi yang masih terbawa induknya yang melekat pada lipatan abdomen bersama pleopodanya. Musim pemijahan rajungan terjadi sepanjang tahun dengan puncaknya...

Pemanfaatan Imunostimulan untuk Pencegahan Koi Herpes Virus (KHV)

Koi Herpes Virus (KHV) merupakan penyakit virus yang menyerang ikan mas dan koi. Sejak terjadinya wabah ikan mas yang disebabkan oleh KHV pada tahun 2002 produksi ikan mas di Indonesia mengalami kelesuan hingga sekarang. Infeksi KHV yang bermula terjadi di pulau Jawa telah menyebar ke Bali, Sumatera, dan Kalimantan Selatan. Bahkan pada tahun 2005 kasus KHV telah menyerang ikan mas pada kegiatan budidaya ikan di danau Toba,yang kemudian diikuti dengan adanya larangan untuk mengirimkan ikan mas ke pulau Sumatera yang merupakan kawasan karantina. Infeksi KHV ditandai terutama oleh adanya bercak merah atau kerusakan insang serta kematian masal pada ikan yang terserang. Selain itu biasanya diikuti oleh adanya infeksi sekunder berupa luka atau bercak putih di permukaan tubuh yang diinfeksi oleh bakteri seperti Aeromonas hydrophila ataupun Flexibacter columnaris. Hingga kini penyakit virus sulit untuk diberikan perlakuan pengobatan karena virus berada didalam inti sel. Untuk itu upaya pence...

EFFECTS OF FISH CULTURE ON WATER QUALITY OF AN INTEGRATED MARICULTURE POND SYSTEM

Enam media mariculture digenangi air laut sejak tahun 1996. Selama masa itu kolam yang penuh dengan finfish (bandeng dan rabbitfish), diberi pakan berupa pakan ikan produksi lokal. Beberapa parameter kualitas air seperti suhu, salinitas dan oksigen diukur dua kali sehari selama tiga tahun (1998 - 2000), sedangkan konsentrasi hara yang diukur setiap minggu selama satu tahun. Baik gizi konsentrasi dan tingkat kejenuhan oksigen menunjukkan tren adanya eutrofikasi. Konsentrasi Oksigen berubah dari rata-rata 7,16 mg / l pada bulan Oktober 1.998-2,2 mg / l Maret 2000 dengan regresi linear negatif dari 0,69 pada pagi hari jam. Dari Agustus 1998 sampai April 1999 anorganik amonia konsentrasi meningkat sebesar 9 mg-at N / l, 8,91-18,02 dengan regresi linier positif dari 0,79. Selama periode ini fosfor larut reaktif meningkat sebesar 3,55 mg-pada P/l dari 4,36 untuk 7,91 dengan regresi linier positif dari 0,75. Dalam makalah ini dibahas tingkat eutrofikasi dan batas di mana kolam harus dike...

AKUAKULTUR DI AMERIKA

Akuakultur merupakan kegiatan pemeliharaan hewan pada air tawar, payau dan air laut, adalah salah satu kegiatan yang mendorong kemajuan ekonomi Amerika Serikat. Secara umum produksi budidaya ikan dan karang telah berkembang dengan sangat cepat sejak tahun 1992. Masyarakat Amerika yakin bahwa akuakutur akan mengurangi tekanan terhadap perikanan samudra. Agrikultur sejak tahun 1987 mengalami peningkatan penjualan sebanyak tiga kali lipat hingga tahun 1992. Berdasarkan data terakhir pada sensus pada tahun 1998, industri akuakultur di amerika serikat mencapai hampir 1 milyar USD (agalternative.aers.psu.edu). Produksi domestik akuakultur juga memperlihatkan adanya peningkatan (Harvey, 2003). Perkembangan Akuakultur diharapkan dapat menyediakan berbagai jenis ikan dan kerang-kerangan. Selain untuk pemenuhan makanan hasil laut, produk akuakultur juga dapat bersaing dengan produk impor. Di Louisiana, bisnis akuakultur dari produksi hasil laut melibatkan ratusan produsen dan mendukung keter...

PEMATANGAN GONAD IKAN KAKAP MERAH PASIFIK Lutjanus peru PADA HASIL TANGKAPAN YANG DIRANGSANG DENGAN HORMON PEMIJAHAN

ABSTRAK S. Dumas, M.O. Rosales-Vela´zquez, M. Contreras-Olguı´n, D. Herna´ndez-Ceballos, N. Silverberg JURNAL AKUAKULTUR 234 (2004) 615-623 (www.elsevier.com/locate/aqua-online) Induk ikan kakap merah pasifik (Lutjanus peru) yang liar merupakan species yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di Meksiko. Ikan ini di uji di laboratorium untuk dirangsang kematangan gonadnya. Kematangan individu berhasil diperoleh setelah 3 bulan dilakukan penelitian ketika suhu meningkat dari 17-22oc (diantara bulan Maret dan Mei). Kematangan induk betina ditunjukkan oleh adanya proses vitelogenic sel telur dengan diameter diatas 400µm setelah dilakukan penyuntikan dengan human chorionic gonadotropin (GtC). Dosis pertama yang digunakan adalah 500 IU/ Kg bobot tubuh, 24 jam kemudian diikuti oleh dosis kedua (100IU/kg bobot tubuh), pada saat penyuntikan kedua, jantan juga disuntik (500 IU/bobot tubuh). Telur dibuahi setelah diinkubasi pada suhu 25 oc dan menetas setelah 28 jam