Posts

Showing posts with the label penyakit

PARASIT NEMAHELMINTHES

Image
Nemathelminthes pada umumnya memiliki ukuran tubuh yang mikroskopis, namun ada juga yang mencapai panjang 1 meter. Individu betina memiliki ukuran lebih besar daripada individu jantannya. Permukaan tubuh Nemathelminthes dilapisi oleh Kutikula. Kutikula itu sendiri berfungsi sebagai pelindung Nemathelminthes dalam menghadapi enzim-enzim pencernaan di dalam tubuh inangnya. Nemathelminthes sudah memiliki alat pencernaan yang lengkap mulai dari mulut, faring, usus, dan anus. Mulut nemathelminthes berada di bagian depan (anterior), sedangkan anus berada di ujung belakang (posterior). Nemathelminthes tidak memiliki sistem peredaran darah jadi sari sari makanan diedarkan melalui cairan pada pseudoselom. Nemathelminthes tidak memiliki sistem respirasi. Jadi dia bernafas secara difusi melalui permukaan tubuh. Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu yang berbeda. Ciri-Ciri Nemathelminthes 1. Merupakan hewan multiseluler avertebrata 2. Hidup parasit di dalam tubuh makhluk...

PENYAKIT BAKTERIAL PADA IKAN

Image
Ada 37 spesies bakteri patogen pada ikan, dan hampir semuanya diisolasi dari ikan budidaya, jarang dari ikan liar karena : 1. Ikan dalam stress yang tinggi 2. Padat penebaran tinggi 3. Sisa makanan merupakan tempat tumbuh ideal 4. Didaerah tropis suhu air cocok untuk tumbuh bakteri 5. Penularan lewat air/ water borne disease 6. Wild fish (ikan liar) sulit dideteksi karena migrasi yang jauh Gejala klinis : tidak bisa digunakan sebagai patokan untuk infeksi penyakit tertentu. Misalnya pendarahan disekujur tubuh dapat disebabkan karena bakteri Aeromonas, Vibrio, Edwardsiella dll. Gejala khusus : bintik putih pada infeksi WSBV, ada bintik putih karena Ichtyopthirius multifillis. Adanya lubang pada bagian tengah kepala catfish/lele Karen aktifitas chitinolytic dari bacteria E.ictaluri Perubahan yang disebabkan oleh bakteri : Lethargic : Malas Anorexia : Kehilangan nafsu makan Hyperaemia : kelebihan darah pada suatu tempat Swelling : bengkak Kolonisasi : bakteri membentuk...

VIBRIOSIS IN SHRIMP CULTURE (TREATMENT)

Vibriosis is one of the major disease problems in shellfish and finfish aquaculture. Vibriosis is a bacterial disease responsible for mortality of cultured shrimp worldwide (Lightner & Lewis, 1975; Adams, 1991; Lightner et al., 1992; Lavilla-Pitogo et al., 1996; Lavilla-Pitogo et al., 1998; Chen et al., 2000). Vibriosis is controlled by rigorous water management and sanitation to prevent the entry of vibrios in the culture water (Baticados, et al., 1990) and to reduce stress on the shrimps (Lightner, 1993). Good site selection, pond design and pond preparation are also important (Nash et al., 1992). An increase in daily water exchanges and a reduction in pond biomass by partial harvesting are recommended to reduce mortalities caused by vibriosis. Draining, drying and administering lime/dolomite to ponds following harvest is also recommended (Anderson et al., 1988). Luminescent vibriosis may be controlled in the hatchery by washing eggs with iodine (SparkDin) and formaldehyde and a...

IMPACTS ON SOIL AND WATER RESOURCES AND THE SPREAD OF DISEASE

In some areas pumping of groundwater and/or construction or modification of canal systems has resulted in saltwater intrusion into what were previously freshwater areas. Disturbance and release of acid from acid sulphate soils (common in mangrove areas) as a result of pond digging has also had negative impacts on resource productivity, including aquaculture yields. Excessive acidity is likely to reduce disease resistance. Overall, the rapid and over-concentrated development of aquaculture, and particularly coastal aquaculture, has resulted in declines in soil and water quality, increased disease incidence, and more rapid disease spread. This has directly and negatively impacted fish farmers themselves, in both inland and coastal environments. The knock-on effects of disease outbreaks are substantial for local communities and national economies. Some recent examples of the economic impacts are listed below: • The total negative economic impact of two shrimp viruses, white spot syndrome...

(PENGOBATAN TRADISIONAL ICE-ICE)Traditional Medications Treat Ich

As stated previously , there are many products available for treating ich. Whatever you choose, be sure to: 1. Read the label thoroughly for dosage information, special instructions, and warnings related to your own health and that of your plants, invertebrates, and scaleless or sensitive species of fish. 2. Perform a water change and vacuum the gravel before medicating. Most meds are less effective with excessive dissolved organics (nitrates) present and you’re often instructed not to change any water during treatment. 3. Remove the carbon from your filter. 4. Maintain good surface agitation and water movement. This is always important, but it is absolutely critical when raising your water temperature and administering meds – both of which reduce the oxygen content of the water and can kill your fish if care is not taken. For that reason, it is not advisable to raise the temperature more than 2 degrees above normal when using any of the following Ich treatment products. 5. Continue tr...

PEMERIKSAAN PARASIT PADA IKAN

Sebelum melakukan proses nekropsi, terlebih dahulu melakukan pengamatan gejala klinis ikan selama masih berada di tempat pemeliharaannya (akuarium) berupa terdapat atau tidaknya kelainan pada ikan, seperti posisi berenang, nafsu makan, tingkah laku ikan (aktif atau pasif), dan lain-lain. Kemudian mencatat hasil pengamatan yang dilakukan. Setelah itu, mengambil ikan yang akan diperiksa untuk dilanjutkan pada proses nekropsi dan pemeriksaan serta identifikasi parasit. Adapun tahap-tahap nekropsi dan pemeriksaan serta identifikasi parasit adalah sebagai berikut : 1. Melakukan pemeriksaan secara makroskopisdengan melihat bagian eksternal pada ikan, berupa bentuk sirip, tulang punggung, ada atau tidaknya ulcer, nodul, insang, dan lain-lain. Kemudian mencatat hasil pengamatan; 2. Mengambil lendir pada ikan dan meletakkannya pada objek glass yang telah ditetesi larutan NaCl fisiologis. Kemudian melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop; 3. Mengukur berat dan panjang total ikan, ke...

DESKRIPSI HAPLOSPORIDIUM NELSONII

Parasit ini menyebabkan penyakit MSX (multinucleate sphere X) pada Crassostrea virginica dan Crassostrea gigas. Distribusi geografis ini adalah: Florida, USA north to Nova Scotia, Canada; dilsaporkan dari Crassostrea gigas di California and Washington, C. gigas di France, dan Korea. pada 1989-1993, mencapai 10% benih C. gigas dari Japan (Matsushima and Watanoha bays) terinfeksi (Friedman et al. 1991, Friedman 1996). Efek parasit ini pada inang adalah Kematian mencapai 90 – 95%, Kematian mulai nampak bulan Mei pada musim semi, dan mencapai puncak bulan Agustus sampai September, Menyebabkan kerusakan kerusakan epithel tubule digestive. Siklus hidup tidak diketahui, sporulasi sporadis pada dewasa dan prevalen pada juvenile, tetapi Kemungkinan melibatkan inang antara dalam siklus hidup. Di daerah asalnya infeksi parasit ini terjadi pada bulan May sampai October. Prevalence: bervariasi tergantung salinitas, tetapi prevalensi of 50-90% tidak jarang ditemukan pada salinities diatas 15 ppt. In...

DEFINISI PARASIT & PARASITISMA PADA IKAN

Secara umum, parasit dapat didefinisikan sebagai organisma yang hidup pada organisme lain, yang disebut inang, dan mendapat keuntungan dari inang yang ditempatinya hidup, sedangkan inang menderita kerugian. Parasitology merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang kehidupan parasit. Kehidupan parasit memiliki keunikan karena adanya ketergantungan pada inang. Mempelajari parasit memerlukan pengertian tentang konsep symbiosis atau hidup bersama antara dua organisme. Ada beberapa jenis bentuk symbiosis, antara lain, yaitu comensalisme dimana pada hubungan ini kedua organisme yang bersymbiosis masing-masing memperoleh keuntungan dan tidak ada yang dirugikan, sedangkan mutualisme adalah kedua organisme mendapatkan keuntungan, dan jika salah satu diantaranya tidak tersedia maka tidak akan terjadi kehidupan. Parasitisma merupakan suatu bentuk hubungan antara dua organisma yang berlainan jenis yang satu disebut inang sedangkan yang lainnya disebut parasit, dimana parasit sangat b...

Myxobulus sp, Myxosoma sp, Thellohanellus sp dan Henneguya sp

Image
Keempat jenis parasit ini merupakan penyebab penyakit Myxosporeasis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dari kelas Sporozoa, subkelas Myxosporea, ordo Cnidosporodia, subordo Myxosporidia, famili Myxobolidae yang merupakan bagian dari filum Myxozoa dan termasuk kedalam kelompok endoparasit. Kunci identifikasi yang penting dari keempat jenis parasit ini adalah pada sporanya, yang merupakan fase resisten dan alat penyebaran populasi. Spora myxosorea terdiri atas dua valve, yang dibatasi oleh sebuah suture. Pada valve terdapat satu atau dua polar kapsul yang penting untuk identifikasi. Spora pada parasit kelas Cnidosporidia ini mempunyai cangkang, kapsul polar dan sporoplasm. Di dalam kapsul polar terdapat filament polar. Bila spora memiliki dua kapsul polar maka digolongkan ke dalam genus Myxobolus sp dan bila hanya memiliki satu kapsul polar maka akan digolongkan kedalam genus Thellohanellus Gejala infeksi pada ikan antara lain adanya benjolan pada bagian tubuh luar (bintil) yang berw...

Parasit Ichthyophthirius multifiliis

Image
Ichthyophthirius multifiliis adalah jenis parasit yang digolongkan kedalam phylum Protozoa, subphylum Ciliophora, kelas Ciliata, subkelas Holotrichia, Ordo Hymenostomatida, famili Ophryoglenia dan genus Ichthyophthirius multifiliis (Hoffman, 1967). Kecuali pada bagian anterior yang berbentuk cincin (cystome), hampir di seluruh permukaan tubuh Ichthyophthirius multifiliis tertutup oleh silia yang berfungsi untuk pergerakannya, bagian sitoplasmanya terdapat makronukleus yang berbentuk seperti tapal kuda, mikronukleus (inti yang kecil) yang menempel pada makronukleus dan sejumlah vakuola kontraktil dan mata pada berbagai jenis ikan baik ikan air tawar, payau dan laut. Parasit ini mempunyai panjang tubuh 0,1 – 1,0 mm dan dapat menyebabkan kerusakan kulit dan dapat menyebabkan kematian. Parasit ini berkembangbiak dengan cara membelah biner. Individu muda parasit ini memiliki diameter antara 30 – 50 ��m dan individu dewasanya dapat mencapai ukuran diameter 50– 100 ��m. Siklus hidupnya dimu...

TRICHODINA PADA IKAN

Image
Penyakit adalah terganggunya kesehatan ikan yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang dapat mematikan ikan. Secara garis besar penyakit yang menyerang ikan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penyakit infeksi (penyakit menular)dan non infeksi (penyakit tidak menular). Penyakit menular adalah penyakit yang timbul disebabkan oleh masuknya makhluk lain kedalam tubuh ikan, baik pada bagian tubuh dalam maupun bagian tubuh luar. Makhluk tersebut antara lain adalah virus, bakteri, jamur dan parasit. Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan antar lain oleh keracunan makanan, kekurangan makanan atau kelebihan makanan dan mutu air yang buruk. Trichodina termasuk protozoa, jenis protozoa ini mempunyai nama lain Cyclochaeta domerguei Jenis parasit ini berbentuk seperti setengah bola dengan bagian tengah (dorsal) cembung, sedangkan mulut pada bagian ventral. Pada bagian mulut dilengkapi alat penghisap dengan dilengkapi suatu alat dari chitine yang melingkari mulut. Alat chitine in...

PENYAKIT INFEKSI DAN NON INFKEKSI PADA IKAN

Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibat adanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit noninfeksi tidak menular. Penyakit non-infeksi yang banyak ditemukan adalah keracunan dan kekurangan gizi. Keracunan dapat disebabkan oleh pemberian pakan yang berjamur, berkuman dan pencemaran lingkungan perairan. Penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme pathogen. Organisme pathogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri atau virus Penyakit non infeksi Gejala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. Biasanya ikan yang mengalami keracunan terlihat lemah dan berenang tidak normal dipermukaan air. Pada kasus yang berbahaya, ikan berenang terbalik kemudian mati. Penyakit karena kurang gizi, ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar, tidak seimbang dengan ukuran tubuh. Ikan juga akan terlihat kurang lincah. Untuk mencegah terjadinya keracunan, pakan harus diberikan secara selektif dan lingkungan dijaga agar te...