Posts

Showing posts with the label Dinamika Populasi

UMUR DAN PERTUMBUHAN IKAN

Umur dan pertumbuhan ikan merupakan parameter dinamika populasi yang mempunyai peran penting dalam pengkajian stok perikanan. Pengetahuan mengenai aspek umur dan pertumbuhan dari stok ikan yang sedang dieksploitasi mutlak untuk diteliti agar dapat digunakan sebagai salah satu landasan pertimbangan dalam pengelolaan stok. Keberhasilan dan masa depan suatu sektor perikanan bergantung kepada penambahan individu baru dan komposisi kelas umur stok ikan yang merupakan tujuan sasaran perikanan sepanjang tahun (Biusing, 1987). Pertumbuhan merupakan pertambahan ukuran, berupa panjang atau berat dalam waktu tertentu. Ada beberapa indikator yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu faktor jumlah dan ukuran makanan yang tersedia, suhu, oksigen terlarut, kualitas air, umur dan ukuran organisme serta kematangan gonad (Sparre, et al. 1989). Selanjutnya dikatakan bahwa pendugaan pertumbuhan ikan dapat dilakukan dengan menganalisis data frekuensi panjang atau bobot. Nikolsky (1963) menyatakan bahwa pertumb...

EKOLOGI CAPUNGAN BANGGAI

POPULASI Pada tahun awal tahun 2001 dilakukan survey populasi untuk mengidentifikasi Populasi Capungan Banggai di Perairan Banggai Kepulauan. Dari 37 pulau yang ada, survey dilakukan pada 16 pulau. Dari survey tersebut diketahui bahwa kepadatan ikan rata-rata 0,03 ekor ikan per m2 dan diperkirakan total populasi mencapai 1,7 juta ekor ikan (Vagelli dan Erdmann, 2002). Vagelli (2004) kembali melakukan survey terhadap populasi ikan capungan banggai, dari surevey tersebut dapat diketahui bahwa kepadatan ikan berkisar 200 – 700 ekor ikan / Ha atau sekitar 0,07 individu per m2 dengan jumlah total populasi mencapai 2,4 juta ekor ikan. EKOLOGI Ikan capungan Banggai (P kaudernii) banyak terdapat pada teluk yang dangkal dan lindung, terutama pada perairan yang substrat dasar perairannya berupa pasir yang ditumbuhi padang lamun. Tingkat penyebaran umumnya berkisar antara 0,5 dan 6 m, tetapi paling sering ditemukan pada 1,5 dan 2,5 m (Volpedo, 2004). Beberapa populasi menghuni daerah perair...

FUNGSI DAN MANFAAT TERUMBU KARANG DAN PERANNYA TERHADAP SISTEM PERIKANAN

Terumbu karang merupakan ekosistem laut dangkal tropis yang paling kompleks dan produktif. Terumbu karang juga merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan lingkungan, namun tekanan yang dialaminya semakin meningkat seiring dengan penambahan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Tingginya tekanan ini diakibatkan oleh banyaknya manfaat dan fungsi yang disediakan oleh terumbu karang dengan daya dukung yang terbatas, sedangkan kebutuhan manusia terus bertambah sepanjang waktu. Secara alami, terumbu karang merupakan habitat bagi banyak spesies laut untuk melakukan pemijahan, peneluran, pembesaran anak, makan dan mencari makan (feeding & foraging), terutama bagi sejumlah spesies yang memiliki nilai ekonomis penting. Banyaknya spesies makhluk hidup laut yang dapat ditemukan di terumbu karang menjadikan ekosistem ini sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber pent...

STATUS PERIKANAN IKAN KEMBUNG DI KABUPATEN BARRU

Kabupaten Barru terletak di wilayah pesisir Barat Sulawesi Selatan dengan panjang garis pantai 78 km merupakan daerah dengan potensi kelautan dan perikanan yang prospektif menjadi sumber pertumbuhan baru dan tumpuan utama dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir dan kesinambungan di Sulawei Selatan. Namun demikian, potensi sumbedaya perikanan dan kelautan ini belum termanfaatkan secara optimal. Di Sulawesi Selatan, ikan kembung (R. kanagurta) menunjang perikanan komersial yang ditangkap dari tiga perairan laut antara lain Selat Makassar, Laut Flores, dan Teluk Bone. Ukuran panjang ikan kembung yang tertangkap bervariasi antara lain yaitu 8-23 cm yang tertangkap di Laut Jawa (Banon et al., 1991), 1,5 cm sampai 23,5 cm yang tertangkap dengan bagan rambo di periaran Barru (Mallawa et al., 1990; Sudirman, 2003), ukuran 6,9 – 11,6 cm yang tertangkap dengan bagan di perairan Selayar (Mallawa et al., 2006). Penangkapan ikan kembung di Kabupaten Barru banyak dilakukan di Desa Pancana, ...

Pola interaksi individu Hubungannya dengan Kepadatan Populasi

Beberapa contoh kasus pengaruh Pola Interaksi terhadap populasi antara lain sebagai berikut : 1. Ledakan populasi di Kenya: Terjadi karena : - Populasi E. mathei meningkat 2-3 kalil lipat normal menjadi 13 individu/m2 enyebabnya adalah Populasi predator hew an ini (ikan Balistidae & Wrasse) menurun. Sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut penyebab penurunan populasi predator. Akibat langsung kenaikan populasi tersebut: - Biomassa alga naik sementara tutupan turf alga (komunitas beberapa spesies alga berbentuk filamen berukuran ≤10mm) meningkat - Tutupan Terumbu Karang Menurun - Bioerosi meningkat - Keragaman jenis benti menurun Akibat lanjutan: - Tutupan spon meningkat - Populasi ikan herbivor menurun - Hew an ini jadi mampu berkompetisi dengan herbivor lain - Mulai menghuni area terumbu karang yang terbuka - Perilaku yang cenderung menghindari kompetitor berkurang - Memakan alga tidak lagi hanya di sekitar lubang tetapi dengan cakupan yang meluas di area terumbu karang Spon ...