Posts

Showing posts from March, 2012

IKAN SIDAT DI KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH

Perairan Sulawesi merupakan daerah potensial distribusi sidat tropis, dan di Muara Sungai Poso minimal ditemukan lima spesies ikan sidat, yaitu A. marmorata, A. bicolor pasific, A. celebensis, A. borneensis, dan A. interioris (Sugeha, 2005). Perairan Teluk Tomini, yang berada di muka Muara Poso, berdasarkan tingkat kelimpahan larvanya (Leptocephale), memiliki kelimpahan tertinggi dibanding perairan lainnya (Wouthuyzen, et al., 2003). Tingginya potensi larva sidat yang bermigrasi ditunjukkan dengan tingkat rekrutmen yang mencapai 260-1069 ekor/lima detik di muara Sungai Poso (Haryuni et al., 2002) Berdasarkan data tersebut estimasi rekruitmen elver yang memasuki Sungai Poso dapat mencapai 187.200 - 769.920 ekor per malam. Perairan Danau dan Sungai Poso telah lama diketahui merupakan daerah penangkapan sidat. Estimasi produksi sidat pada tahun 1970-an minimal mencapai 22 ton per tahun, yang didasarkan pada jumlah alat tangkap terpasang di Sungai Poso yang mencapai 20 - 25 uni...

JENIS IKAN SIDAT

Ikan sidat termasuk dalam kategori ikan katadromus, ikan sidat dewasa akan melakukan migrasi kelaut untuk melakukan pemijahan, sedangkan anakan ikan sidat hasil pemijahan akan kembali lagi ke perairan tawar hingga mencapai dewasa. Sejak awal tahun 1980, jumlah glass eel yang memasuki sungai-sungai di Eropa mengalami penurunan hingga tinggal 1% dari jumlah semula (Dekker dalam Dannewitz, 2003).  Menurunnya jumlah glass eel yang memasuki suatu wilayah perairan menunjukkan kemungkinan adanya penurunan kualitas lingkungan  yang mengancam populasi sidat. Ikan sidat termasuk dalam genus Anguilla, famili Anguillidae, seluruhnya berjumlah 19 spesies.  Wilayah penyebarannya meliputi perairan Indo-Pasifik, Atlantik dan Hindia.  Ikan sidat merupakan ikan nokturnal, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan pada malam hari, terutama pada bulan gelap.  Bleeker dalam Liviawaty dan Afrianto (1998), mengatakan bahwa ikan sidat mempunyai klasifikasi sebagai berikut : P...

Ikan Sidat Tembus Pasar Asia Timur

Laporan Wartawan Kompas Haryo Damardono KARAWANG, KOMPAS- Direktorat Perikanan Budidaya Departemen Kelautan  dan Perikanan, untuk pertama kalinya mengekspor 30 ton ikan sidat  atau anguilla sp, menuju negara-negara di Asia Timur, yakni Taiwan,  Korea Selatan, dan Jepang. Ekspor perdana tersebut dilepas dari Tambak Pandu di Desa Pusakajaya  Utara, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, oleh Menteri Kelautan dan  Perikanan Freddy Numberi dan Wakil Gubernur Jawa Barat Wagub Jabar  Nu'man A.Hakim, Senin (27/8). "Kami membutuhkan waktu dua tahun, untuk menemukan formula tepat bagi pembesaran ikan sidat. Ternyata, ikan ini tumbuh baik pada suhu 29-31  derajat Celsius, dengan tingkat salinitas lima per mil," kata  Direktur Jenderal Perikanan Budidaya DKP, Made L Nurjana. Made mengatakan karena teknologi pembesaran ikan sidat telah dikuasai, maka secepatnya DKP akan mengembangkan ikan sidat di beberapa daerah. "Telah ada dia kawasan yang dibidik investor...