IKAN SIDAT DI KABUPATEN POSO, SULAWESI TENGAH
Perairan Sulawesi merupakan daerah potensial distribusi sidat tropis,
dan di Muara Sungai Poso minimal ditemukan lima spesies ikan sidat, yaitu A.
marmorata, A. bicolor pasific, A. celebensis, A. borneensis, dan A. interioris
(Sugeha, 2005). Perairan Teluk Tomini, yang berada di muka Muara Poso,
berdasarkan tingkat kelimpahan larvanya (Leptocephale), memiliki kelimpahan tertinggi
dibanding perairan lainnya (Wouthuyzen, et al., 2003). Tingginya potensi larva
sidat yang bermigrasi ditunjukkan dengan tingkat rekrutmen yang mencapai
260-1069 ekor/lima detik di muara Sungai Poso (Haryuni et al., 2002)
Berdasarkan data tersebut estimasi rekruitmen elver yang memasuki Sungai Poso
dapat mencapai 187.200 - 769.920 ekor per malam.
Perairan Danau dan Sungai Poso telah lama diketahui merupakan daerah
penangkapan sidat. Estimasi produksi sidat pada tahun 1970-an minimal mencapai
22 ton per tahun, yang didasarkan pada jumlah alat tangkap terpasang di Sungai
Poso yang mencapai 20 - 25 unit dan hasil tangkapan per alat per malam
(Sarnita, 1973).
Sidat-sidat yang tertangkap adalah sidat yang beruaya ke laut, hal ini karena
alat tangkap yang digunakan yaitu berupa perangkap `Waya Masappi" yang
diarahkan ke hulu sungai (Sutardjo & Machfudz, 1974). Sedangkan berdasarkan
data tahun 1990- 1995, produksi rata-rata sidat di perairan ini, pada puncak
musim penangkapan yaitu antara Januari- Juni (musim hujan) berkisar antara 1,75
-9,83 ton/bulan, atau rata-rata 5,50 ton/bulan. Produksi sidat pada tahun 1990
mencapai 41,5 ton sementara pada tahun 1998 sekitar 30,5 ton Produksi sidat saat ini masih mengandalkan hasil tangkapan, perlu
dipikirkan teknologi yang sesuai untuk membesarkan sidat muda (elver) karena
potensi rekrut yang besar. Estimasi perhitungan produksi sidat dapat mencapai
1000 ton/tahun bila berhasil dibesarkan sebanyak 20% dari sidat muda yang masuk
keperairan Poso, degan rata-rata berat per ekor 3 kg dengan masa pemeliharaan
3tahun. (Lukman dan Triyanto)