Pola interaksi individu Hubungannya dengan Kepadatan Populasi
Beberapa contoh kasus pengaruh Pola Interaksi terhadap populasi antara lain sebagai berikut :
1. Ledakan populasi di Kenya: Terjadi karena :
- Populasi E. mathei meningkat 2-3 kalil lipat normal menjadi 13 individu/m2 enyebabnya adalah Populasi predator hew an ini (ikan Balistidae & Wrasse) menurun. Sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut penyebab penurunan populasi predator.
Akibat langsung kenaikan populasi tersebut:
- Biomassa alga naik sementara tutupan turf alga (komunitas beberapa spesies alga berbentuk filamen berukuran ≤10mm) meningkat
- Tutupan Terumbu Karang Menurun
- Bioerosi meningkat
- Keragaman jenis benti menurun
Akibat lanjutan:
- Tutupan spon meningkat
- Populasi ikan herbivor menurun
- Hew an ini jadi mampu berkompetisi dengan herbivor lain
- Mulai menghuni area terumbu karang yang terbuka
- Perilaku yang cenderung menghindari kompetitor berkurang
- Memakan alga tidak lagi hanya di sekitar lubang tetapi dengan cakupan yang meluas di area terumbu karang
Spon Clionid adalah pembor yang paling umum sekaligus endolit paling merusak
terumbu karang di dunia (Glynn 2001). Contoh di Atlantik Barat, Cliona carribaea dapat sangat melimpah sehingga membentuk area coklat beberapa meter panjangnya yang mematikan karang. Clionidae, di Indonesia dikenal dua genus, Cliona dan Cliothosa sementara Spirastrellidae dengan genus Spirestrella dan Diplastrea. Genus Aka adalah pembor yang umum, yang menghasilkan senyaw a siphonodictine yang menghambat pertumbuhan polip karang. Contoh di Sulaw esi Utara, Aka bahkan membentuk banyak “cerobong” hingga di atas permukaan Porites lobata (Tomascik et al. 2001). Lithopaga membuat lubang dan terow ongan pada beberapa karang massive seperti Porites, Favia, Favites, dan Goniastrea. Ia membor karang hidup maupun mati dengan menghasilkan asam untuk melunakkan kapur dan menetap di dalam karang. Hew an ini membor dengan edalaman 1-10 cm. Scoot menemukan di Pasifik Timur kepadatannya antara 500-10.000 individu/m2 (lihat Glynn 2001).
Genus ini juga umum di Indonesia (Tomascik et al. 2001).
- Ledakan Populasi Achantaster planci di Kepulauan Iriomote, Jepang membaw a dampak kematian karang dan bioerosi karang dan struktur terumbu.
- Penangkapan ikan berlebih terjadi di Karibia dan lepas pantai Kenyan, Samudra india Kondisi umum: Populasi Echinometra mathaei dijaga oleh adanya predator, kelompok ikan finfish. Penangkapan berlebih terhadap finfish menyebabkan populasi ikan predator berkurang, sebaliknya populasi Echinometra mathaei meningkat. Fenomena tersebut akhirnya member dampak turunan ke lingkungan, termasuk di dalamnya terumbu karang.
1. Ledakan populasi di Kenya: Terjadi karena :
- Populasi E. mathei meningkat 2-3 kalil lipat normal menjadi 13 individu/m2 enyebabnya adalah Populasi predator hew an ini (ikan Balistidae & Wrasse) menurun. Sayangnya tidak dijelaskan lebih lanjut penyebab penurunan populasi predator.
Akibat langsung kenaikan populasi tersebut:
- Biomassa alga naik sementara tutupan turf alga (komunitas beberapa spesies alga berbentuk filamen berukuran ≤10mm) meningkat
- Tutupan Terumbu Karang Menurun
- Bioerosi meningkat
- Keragaman jenis benti menurun
Akibat lanjutan:
- Tutupan spon meningkat
- Populasi ikan herbivor menurun
- Hew an ini jadi mampu berkompetisi dengan herbivor lain
- Mulai menghuni area terumbu karang yang terbuka
- Perilaku yang cenderung menghindari kompetitor berkurang
- Memakan alga tidak lagi hanya di sekitar lubang tetapi dengan cakupan yang meluas di area terumbu karang
Spon Clionid adalah pembor yang paling umum sekaligus endolit paling merusak
terumbu karang di dunia (Glynn 2001). Contoh di Atlantik Barat, Cliona carribaea dapat sangat melimpah sehingga membentuk area coklat beberapa meter panjangnya yang mematikan karang. Clionidae, di Indonesia dikenal dua genus, Cliona dan Cliothosa sementara Spirastrellidae dengan genus Spirestrella dan Diplastrea. Genus Aka adalah pembor yang umum, yang menghasilkan senyaw a siphonodictine yang menghambat pertumbuhan polip karang. Contoh di Sulaw esi Utara, Aka bahkan membentuk banyak “cerobong” hingga di atas permukaan Porites lobata (Tomascik et al. 2001). Lithopaga membuat lubang dan terow ongan pada beberapa karang massive seperti Porites, Favia, Favites, dan Goniastrea. Ia membor karang hidup maupun mati dengan menghasilkan asam untuk melunakkan kapur dan menetap di dalam karang. Hew an ini membor dengan edalaman 1-10 cm. Scoot menemukan di Pasifik Timur kepadatannya antara 500-10.000 individu/m2 (lihat Glynn 2001).
Genus ini juga umum di Indonesia (Tomascik et al. 2001).
- Ledakan Populasi Achantaster planci di Kepulauan Iriomote, Jepang membaw a dampak kematian karang dan bioerosi karang dan struktur terumbu.
- Penangkapan ikan berlebih terjadi di Karibia dan lepas pantai Kenyan, Samudra india Kondisi umum: Populasi Echinometra mathaei dijaga oleh adanya predator, kelompok ikan finfish. Penangkapan berlebih terhadap finfish menyebabkan populasi ikan predator berkurang, sebaliknya populasi Echinometra mathaei meningkat. Fenomena tersebut akhirnya member dampak turunan ke lingkungan, termasuk di dalamnya terumbu karang.