Perikanan Sebagai Barang Publik

Dalam pandangan ekonomi, barang (goods) dapat diklasifikasikan menurut kriteria-kriteria penggunaan atau konsumsinya dan hak pemilikannya. Dari sisi konsumsinya kita dapat mengklasifikasikan apakah barang tersebut menimbulkan ketersaingan untuk mengkonsumsinya atau tidak (rivalry). Dalam bahasa ekonomi, kondisi di atas sering disebut sebagai biaya oportunitas yang positif dari segi konsumsi. Dari sisi hak pemilikan, suatu barang dapat dilihat dari kemampuan si pemilik (produsen) untuk mencegah pihak lain untuk memilikinya. Sifat ini sering juga disebut sifat yang excludable.
Sebaliknya, dari sisi pihak konsumen, kita bisa melihat misalnya, apakah konsumen memiliki hak atau tidak untuk mengkonsumsi. Berdasarkan sifat-sifat di atas, barang publik (public goods) secara umum dapat didefinisikan sebagai barang di mana jika diproduksi, produsen tidak memiliki kemampuan mengendalikan siapa yang berhak mendapatkannya. Masalah dalam barang publik timbul karena produsen tidak dapat meminta konsumen untuk membayar atas konsumsi barang tersebut. Sebaliknya di sisi konsumen, mereka tahu bahwa sekali diproduksi, produsen tidak memiliki kendali sama sekali siapa yang meng-konsumsinya.
Konsumsi terhadap barang publik sering menimbulkan apa yang disebut sebagai ekstemalitas atau dampak eskternal. Secara umum ekstemalitas didefinisikan sebagai dampak (positif atau negatif), atau dalam bahasa formal ekonomi sebagai netcostax.au benefit, dari tindakan satu pihak terhadap pihak lain. Lebih spesifik lagi ekstemalitas terjadi jika kegiatan produksi atau konsumsi dari satu pihak mempengaruhi utilitas (keguriaan) dari pihak lain secara tidak diinginkan, dan pihak pembuat ekstemalitas tidak menyediakan kompensasi terhadap pihak yang terkena dampak. Eskternalitas merupakan fenomena yang kita hadapi sehari-hari, yang tidak hanya terhatas pada pengelolaan sumber daya alam. Pidato yang terlalu lama, jalan yang macet, musik yang terlalu keras, asap rokokyang kita hirup dari orang lain yang merokok, adalah beberapa contoh dari ekstemalitas yang kita alami sehari-hari. Dalam kaitannya dengan sumber daya alam, ekstemalitas sangat penting untuk diketahui karena ekstemalitas akan menyebabkaii alokasi sumber daya yang tidak efisien.
Hak pemilikan juga dapat diartikan sebagai suatu gugus karakteristik yang memberikan kekuasaan kepada pemilik hak (Hartwick dan Olewiler, 1998). Karakteristik tersebut menyangkut ketersediaan manfaat, kemampuan untuk membagi atau mentransfer hak, derajat eksklusivitas dari hak, dan durasi penegakan hak (enforceabiHty) (Perman et al, 1996). Perlu juga dicermati bahwa meski hak pemilikan menyangkut klaim yang sah, hak tersebut tidak bersifat mutlak. Hak pemilikan sering dibatasi oleh dua hal, yakni hak orang lain dan ketidaklengkapan {incompleteness). Bisa saja kita tidak berhak melakukan penambangan mineral di pekarangan rumah kita, namun pihak lain dapat melakukannya. Ketidaklengkapan hak pemilikan disebabkan oleh mahalnya biaya enforcement. Jika hutan ditebang oleh penebangan ilegal, hak negara atas hutan dibatasi oleh mahalnya mengawasi hutan tersebut dan melakukan penegakan hukum atas tindakan ilegal tersebut.
Selanjutnya, apa yang bisa dilakukan untuk meng-efisienkan alokasi sumber daya dan meminimisasi konflik eksternal???


Popular posts from this blog

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

PENDIDIKAN JEMBATAN PEMBANGUNAN

Pemanfaatan Imunostimulan untuk Pencegahan Koi Herpes Virus (KHV)