STATUS PERIKANAN IKAN KEMBUNG DI KABUPATEN BARRU
Kabupaten Barru terletak di wilayah pesisir Barat Sulawesi Selatan dengan panjang garis pantai 78 km merupakan daerah dengan potensi kelautan dan perikanan yang prospektif menjadi sumber pertumbuhan baru dan tumpuan utama dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir dan kesinambungan di Sulawei Selatan. Namun demikian, potensi sumbedaya perikanan dan kelautan ini belum termanfaatkan secara optimal.
Di Sulawesi Selatan, ikan kembung (R. kanagurta) menunjang perikanan komersial yang ditangkap dari tiga perairan laut antara lain Selat Makassar, Laut Flores, dan Teluk Bone. Ukuran panjang ikan kembung yang tertangkap bervariasi antara lain yaitu 8-23 cm yang tertangkap di Laut Jawa (Banon et al., 1991), 1,5 cm sampai 23,5 cm yang tertangkap dengan bagan rambo di periaran Barru (Mallawa et al., 1990; Sudirman, 2003), ukuran 6,9 – 11,6 cm yang tertangkap dengan bagan di perairan Selayar (Mallawa et al., 2006).
Penangkapan ikan kembung di Kabupaten Barru banyak dilakukan di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau. Penangkapan dilakukan dengan menggnakan kapal motor, hingga tahun 2004 tercatat sebanyak 439 buah kapal motor yang beroperasi dan menangkap ikan kembung di daerah ini (DKP Kab Barru, 2006).
Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan kembung yakni purse seine, jarring insang hanyut, dan perahu bagan (DKP Kab Barru, 2006). Bila dihubungkan dengan ukuran pertamakali matang gonad, penentuan matajaring harus disesuaikan dengan ukuran lingkar badan ikan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Musbir, dkk (2006) bahwa ukuran pertamakali matang gonad ikan kembung yang tertangkap di perairan laut Flores Sulawesi Selatan adalah 200 mm dan lingkar badan 97,28 mm. Ukuran mata jaring minimum untuk gill net adalah seperdua dari lingkar badan atau sama dengan 48,6 mm atau 4,8 cm. Alat tangkap purse seine yang digunakan menangkap ikan kembung (R. kanagurta) di lokasi penelitian memiliki ukuran mata jaring 1 inchi (2,5 cm) dan alat tangkap paying dengan ukuran mata jaring 0,5 cm.
Di Kabupaten Barru, total produksi ikan kembung (Rastreliger kanagurta) , pada tahun 2003 mencapai 3544,1 ton dan tahun 2004 sebesar 2519,3 ton. Hal ini menandakan bahwa penangkapan ikan kembung merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang cukup potensial di Kabupaten Barru dan dari tahun 2003 hingga 2004 menunjukan gejala turunnya produksi penangkapan ikan kembung.
Ikan kembung (Rastreliger kanagurta) merupakan salah satu species target penangkapan nelayan di perairan kabupaten Barru. Nelayan melakukan penangkapan dengan menggunakan kapal motor yang dilengkapi dengan alat tangkap purseseins, jaring insang hanyut, dan bagan perahu. Hingga tahun 2004, tercatat sebanyak 439 kapal motor yang melakukan penangkapan di perairan laut kabupaten Barru.
Di Sulawesi Selatan, ikan kembung (R. kanagurta) menunjang perikanan komersial yang ditangkap dari tiga perairan laut antara lain Selat Makassar, Laut Flores, dan Teluk Bone. Ukuran panjang ikan kembung yang tertangkap bervariasi antara lain yaitu 8-23 cm yang tertangkap di Laut Jawa (Banon et al., 1991), 1,5 cm sampai 23,5 cm yang tertangkap dengan bagan rambo di periaran Barru (Mallawa et al., 1990; Sudirman, 2003), ukuran 6,9 – 11,6 cm yang tertangkap dengan bagan di perairan Selayar (Mallawa et al., 2006).
Penangkapan ikan kembung di Kabupaten Barru banyak dilakukan di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau. Penangkapan dilakukan dengan menggnakan kapal motor, hingga tahun 2004 tercatat sebanyak 439 buah kapal motor yang beroperasi dan menangkap ikan kembung di daerah ini (DKP Kab Barru, 2006).
Alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan kembung yakni purse seine, jarring insang hanyut, dan perahu bagan (DKP Kab Barru, 2006). Bila dihubungkan dengan ukuran pertamakali matang gonad, penentuan matajaring harus disesuaikan dengan ukuran lingkar badan ikan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Musbir, dkk (2006) bahwa ukuran pertamakali matang gonad ikan kembung yang tertangkap di perairan laut Flores Sulawesi Selatan adalah 200 mm dan lingkar badan 97,28 mm. Ukuran mata jaring minimum untuk gill net adalah seperdua dari lingkar badan atau sama dengan 48,6 mm atau 4,8 cm. Alat tangkap purse seine yang digunakan menangkap ikan kembung (R. kanagurta) di lokasi penelitian memiliki ukuran mata jaring 1 inchi (2,5 cm) dan alat tangkap paying dengan ukuran mata jaring 0,5 cm.
Di Kabupaten Barru, total produksi ikan kembung (Rastreliger kanagurta) , pada tahun 2003 mencapai 3544,1 ton dan tahun 2004 sebesar 2519,3 ton. Hal ini menandakan bahwa penangkapan ikan kembung merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang cukup potensial di Kabupaten Barru dan dari tahun 2003 hingga 2004 menunjukan gejala turunnya produksi penangkapan ikan kembung.
Ikan kembung (Rastreliger kanagurta) merupakan salah satu species target penangkapan nelayan di perairan kabupaten Barru. Nelayan melakukan penangkapan dengan menggunakan kapal motor yang dilengkapi dengan alat tangkap purseseins, jaring insang hanyut, dan bagan perahu. Hingga tahun 2004, tercatat sebanyak 439 kapal motor yang melakukan penangkapan di perairan laut kabupaten Barru.