EKOLOGI SUNGAI
Aspek ekologi adalah aspek yang merupakan kondisi seimbang yang unik dan memegang peranan penting dalam konservasi dan tata guna lahan serta pengembangan untuk menekan masalah yang timbul sebagai akibat dari perubahan global yang disebabkan manusia (Forman, 1996). Sungai terdiri dari bagian-bagian yang berperan penting secara ekologis. Maryono (2003) menyatakan bahwa sempadan sungai sering juga disebut dengan bantaran sungai namun sebenarnya ada sedikit perbedaan, karena bantaran sungai adalah daerah pinggir sungai yang tergenangi air saat banjir (flood plain).
Bantaran sungai bisa juga disebut bantaran banjir, sedangkan sempadan sungai adalah daerah bantaran banjir ditambah lebar longsoran tebing sungai (sliding) yang mungkin terjadi, lebar bantaran ekologis, dan lebar keamanan yang diperlukan terkait dengan letak sungai (misal areal permukiman dan non permukiman). Sempadan sungai (terutama di daerah bantaran banjir) merupakan daerah ekologi dan sekaligus hidrolis sungai yang sangat penting. Sempadan sungai tidak dapat dipisahkan dengan badan s$ungai nya (alur sungai) karena secara hidrolis dan ekologis merupakan satu kesatuan.
Secara hidrolis sempadan sungai merupakan daerah bantaran banjir yang berfungsi memberikan kemungkinan luapan air banjir ke samping kanan kiri sungai sehingga kecepatan air ke hilir dapat dikurangi. Sempadan sungai merupakan daerah tata air sungai yang padanya terdapat mekanisme inflow ke sungai dan outflow ke air tanah. Proses inflow outflow tersebut merupakan proses konservasi hidrolis sungai dan air tanah pada umumnya. Secara ekologis sempadan sungai merupakan habitat dimana komponen ekologi sungai berkembang. Jika sistem ekologi dan hidrolis sempadan sungai ini terganggu, misalnya dengan adanya bangunan di atasnya, maka fungsi ekologis dan hidrolis yang sangat vital tersebut akan rusak.
Ekosistem sungai merupakan bagian dari ekosistem perairan mengalir. Ekosistem perairan mengalir ini bervariasi ukurannya mulai dari sungai yang memiliki Debit aliran sangat besar (seperti Sungai Amazon dengan debit aliran rata-rata 93.000 m3/detik) hingga sungai dengan debit sangat kecil (beraliran tenang). Berdasarkan
panjangnya, sungai bervariasi mulai dari anak-anak sungai dipegunungan hingga sungai-sungai yang besar. Kondisi sungai seperti di atas merupakan faktor-faktor abiotik dari ekosistem perairan mengalir yang akan memberikan respon terhadap komunitas biotiknya (Basmi, 1999).
Sungai mentransportasikan bahan-bahan yang tererosi (terlarut maupun tersuspensi) dalam jumlah yang sangat besar dari lahan bagian atas menuju dataran yang lebih rendah dan akhirnya bermuara di lautan (Wetzel, 2001). Sungai dicirikan oleh arus
yang searah dan relatif kencang. Kecepatan arus berkisar antara 0,1 - 1,0 m/detik.
Kecepatan arus ini sangat dipengaruhi oleh waktu, iklim dan pola drainase. Sungai merupakan tempat terjadi pencampuran massa air secara menyeluruh sehingga pada sungai tidak terbentuk stratifikasi vertikal kolom air seperti pada perairan tergenang (lentik). Kecepatan arus atau pergerakan air, jenis sedimen dasar, erosi dan sedimentasi merupakan empat hal yang paling berperan dalam ekosistem perairan
mengalir dan dalam pengklasifikasian perairan mengalir (Effendi, 2003). Sungai berdasarkan keberadaan airnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu (Reid, 1961):
a. Sungai Permanen, yaitu sungai yang senantiasa berair sepanjang tahun.
b. Sungai Intermitten, yaitu sungai yang dapat mengering (terutama pada musim kemarau yang panjang).
c. Sungai Episodik, yaitu sungai yang hanya berair sewaktu hujan.
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu ekosistem dimana di dalamnya terjadi suatu proses interaksi antara faktor-faktor biotik, abiotik dan manusia. DAS merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh batas alam, seperti punggung-punggung bukit atau gunung, maupun batas buatan, seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang turun di wilayah tersebut memberi kontribusi aliran ke titik control (outlet). Sebagai suatu ekosistem, maka setiap ada masukan (input) ke dalam DAS, proses yang terjadi dan berlangsung didalamnya dapat dievaluasi berdasarkan keluaran (output) dari ekosistem tersebut. Komponen masukan dalam ekosistem DAS adalah curah hujan, sedangkan komponen keluaran terdiri dari debit air dan muatan sedimen. Komponenkomponen DAS yang berupa vegetasi, tanah dan saluran/sungai dalam hal ini bertindak sebagai prosesor (Suripin, 2001).
Lingkungan sungai merupakan suatu bentuk lingkungan ekologis yaitu lingkungan lotik (air mengalir) yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran, turbiditas dan suhu serta kedalaman air (Nurisjah, 2001). Selanjutnya Nurisjah (2001) menyatakan sungai merupakan tempat mengalirnya air yang berasal dari air hujan pada suatu alur yang panjang di atas permukaan bumi dan merupakan salah satu badan air lotik yang utama. Sungai mempunyai peranan yang sangat besar bagi perkembangan peradaban manusia di dunia ini, yakni dengan menyediakan banyak daerah subur yang umumnya terletak di bagian lembahnya.
Sungai juga merupakan sebagai salah satu elemen kehidupan manusia yang paling utama dan sebagai sarana transportasi guna meningkatkan mobilitas dan komunikasi antar manusia. Sungai juga berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari manusia. Di daerah pegunungan, air digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik, sumber air irigasi, sumber air minum, kebutuhan industri dan lainnya
Bantaran sungai bisa juga disebut bantaran banjir, sedangkan sempadan sungai adalah daerah bantaran banjir ditambah lebar longsoran tebing sungai (sliding) yang mungkin terjadi, lebar bantaran ekologis, dan lebar keamanan yang diperlukan terkait dengan letak sungai (misal areal permukiman dan non permukiman). Sempadan sungai (terutama di daerah bantaran banjir) merupakan daerah ekologi dan sekaligus hidrolis sungai yang sangat penting. Sempadan sungai tidak dapat dipisahkan dengan badan s$ungai nya (alur sungai) karena secara hidrolis dan ekologis merupakan satu kesatuan.
Secara hidrolis sempadan sungai merupakan daerah bantaran banjir yang berfungsi memberikan kemungkinan luapan air banjir ke samping kanan kiri sungai sehingga kecepatan air ke hilir dapat dikurangi. Sempadan sungai merupakan daerah tata air sungai yang padanya terdapat mekanisme inflow ke sungai dan outflow ke air tanah. Proses inflow outflow tersebut merupakan proses konservasi hidrolis sungai dan air tanah pada umumnya. Secara ekologis sempadan sungai merupakan habitat dimana komponen ekologi sungai berkembang. Jika sistem ekologi dan hidrolis sempadan sungai ini terganggu, misalnya dengan adanya bangunan di atasnya, maka fungsi ekologis dan hidrolis yang sangat vital tersebut akan rusak.
Ekosistem sungai merupakan bagian dari ekosistem perairan mengalir. Ekosistem perairan mengalir ini bervariasi ukurannya mulai dari sungai yang memiliki Debit aliran sangat besar (seperti Sungai Amazon dengan debit aliran rata-rata 93.000 m3/detik) hingga sungai dengan debit sangat kecil (beraliran tenang). Berdasarkan
panjangnya, sungai bervariasi mulai dari anak-anak sungai dipegunungan hingga sungai-sungai yang besar. Kondisi sungai seperti di atas merupakan faktor-faktor abiotik dari ekosistem perairan mengalir yang akan memberikan respon terhadap komunitas biotiknya (Basmi, 1999).
Sungai mentransportasikan bahan-bahan yang tererosi (terlarut maupun tersuspensi) dalam jumlah yang sangat besar dari lahan bagian atas menuju dataran yang lebih rendah dan akhirnya bermuara di lautan (Wetzel, 2001). Sungai dicirikan oleh arus
yang searah dan relatif kencang. Kecepatan arus berkisar antara 0,1 - 1,0 m/detik.
Kecepatan arus ini sangat dipengaruhi oleh waktu, iklim dan pola drainase. Sungai merupakan tempat terjadi pencampuran massa air secara menyeluruh sehingga pada sungai tidak terbentuk stratifikasi vertikal kolom air seperti pada perairan tergenang (lentik). Kecepatan arus atau pergerakan air, jenis sedimen dasar, erosi dan sedimentasi merupakan empat hal yang paling berperan dalam ekosistem perairan
mengalir dan dalam pengklasifikasian perairan mengalir (Effendi, 2003). Sungai berdasarkan keberadaan airnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu (Reid, 1961):
a. Sungai Permanen, yaitu sungai yang senantiasa berair sepanjang tahun.
b. Sungai Intermitten, yaitu sungai yang dapat mengering (terutama pada musim kemarau yang panjang).
c. Sungai Episodik, yaitu sungai yang hanya berair sewaktu hujan.
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan suatu ekosistem dimana di dalamnya terjadi suatu proses interaksi antara faktor-faktor biotik, abiotik dan manusia. DAS merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh batas alam, seperti punggung-punggung bukit atau gunung, maupun batas buatan, seperti jalan atau tanggul, dimana air hujan yang turun di wilayah tersebut memberi kontribusi aliran ke titik control (outlet). Sebagai suatu ekosistem, maka setiap ada masukan (input) ke dalam DAS, proses yang terjadi dan berlangsung didalamnya dapat dievaluasi berdasarkan keluaran (output) dari ekosistem tersebut. Komponen masukan dalam ekosistem DAS adalah curah hujan, sedangkan komponen keluaran terdiri dari debit air dan muatan sedimen. Komponenkomponen DAS yang berupa vegetasi, tanah dan saluran/sungai dalam hal ini bertindak sebagai prosesor (Suripin, 2001).
Lingkungan sungai merupakan suatu bentuk lingkungan ekologis yaitu lingkungan lotik (air mengalir) yang dipengaruhi oleh kecepatan aliran, turbiditas dan suhu serta kedalaman air (Nurisjah, 2001). Selanjutnya Nurisjah (2001) menyatakan sungai merupakan tempat mengalirnya air yang berasal dari air hujan pada suatu alur yang panjang di atas permukaan bumi dan merupakan salah satu badan air lotik yang utama. Sungai mempunyai peranan yang sangat besar bagi perkembangan peradaban manusia di dunia ini, yakni dengan menyediakan banyak daerah subur yang umumnya terletak di bagian lembahnya.
Sungai juga merupakan sebagai salah satu elemen kehidupan manusia yang paling utama dan sebagai sarana transportasi guna meningkatkan mobilitas dan komunikasi antar manusia. Sungai juga berhubungan erat dengan kehidupan sehari-hari manusia. Di daerah pegunungan, air digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik, sumber air irigasi, sumber air minum, kebutuhan industri dan lainnya