DEFINISI PARASIT & PARASITISMA PADA IKAN

Secara umum, parasit dapat didefinisikan sebagai organisma yang hidup pada organisme lain, yang disebut inang, dan mendapat keuntungan dari inang yang ditempatinya hidup, sedangkan inang menderita kerugian. Parasitology merupakan salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang kehidupan parasit. Kehidupan parasit memiliki keunikan karena adanya ketergantungan pada inang. Mempelajari parasit memerlukan pengertian tentang konsep symbiosis atau hidup bersama antara dua organisme. Ada beberapa jenis bentuk symbiosis, antara lain, yaitu comensalisme dimana pada hubungan ini kedua organisme yang bersymbiosis masing-masing memperoleh keuntungan dan tidak ada yang dirugikan, sedangkan mutualisme adalah kedua organisme mendapatkan keuntungan, dan jika salah satu diantaranya tidak tersedia maka tidak akan terjadi kehidupan. Parasitisma merupakan suatu bentuk hubungan antara dua organisma yang berlainan jenis yang satu disebut inang sedangkan yang lainnya disebut parasit, dimana parasit sangat bergantung pada dan hidup atas pengorbanan inangnya, baik secara biokimia maupun secara physiology.
Definisi lain tentang parasitisma diungkapkan oleh Cropton 1971. Dia menguraikan bahwa parasitisma merupakan hubungan ekologi antara dua organisme, yang satu disebut parasit dan yang lainnya disebut inang. Selanjutnya menambahkan bahwa sifat-sifat esensial yang dimilki oleh bentuk hubungan tersebut adalah:
1. adanya ketergantungan physiologi parasit terhadap inangnya;
2. inang yang terinfeksi berat akan mengalami kematian
3. Distribusi frekwensi parasit pada populasi inang umumnya overdispers, yang berarti bahwa varians (S2) dari populasi parasit jauh lebih besar disbanding dengan rata-rata (X) populasi parasit.
Parasite memiliki habitat tertentu dalam tubuh inangnya. Berdasarkan lingkungannya, parasit dibedakan menjadi ektoparasit, yaitu parasit yang hidup pada permukaan tubuh inang. Beberapa golongan parasit yang bersifat ektoparasit antara lain adalah ciliata, beberapa flagellata, monogenea, copepod, isopod, branchiuran dan lintah,sedangkan endoparasit adalah parasit yang ditemukan pada organ bagian dalam inang.
Golongan parasit yang masuk kelompok endoparasit antara lain adalah digenea, cestoda,
nematoda, acantocephala, coccidia, microsporidia, dan amoeba. Selanjutnya Kabata menambahkan istilah yang disebut Mesoparasit untuk memberikan istilah pada parasit yang menginfeksi ikan dimana sebagian dari tubuh parasit menembus sampai organ dalam tubuh inang sedangkan bagian tubuh lainnya berada diluar tubuh inang. Contoh mesoparasit adalah parasit Lernaeocera sp yang hidup pada rongga insang ikan gadid dan dapat menembus jantung ikan untuk mengisap darah.
Untuk mengetahui tingkat infeksi parasit dalam populasi inang dikenal istilah prevalensi, intensitas dan kelimpahan parasit. Prevalensi menggambarkan persentase ikan yang terinfeksi oleh parasit tertentu dalam populasi ikan, intensitas rata-rata menggambarkan jumlah parasit tertentu yang ditemukan pada ikan yang diperiksa dan terinfeksi, sedangkan kelimpahan rata-rata adalah jumlah rata-rata parasit tertentu yang ditemukan dalam populasi pada ikan baik yang terinfeksi maupun tidak. Beberapa istilah yang berkaitan dengan inang parasit antara lain adalah inang definitive, inang antara, dan inang paratenik. Inang definitive adalah inang dimana parasit hidup, berkembang dan mampu bereproduksi. Inang antara biasanya meliputi inang antara I, inang antara II, atau bahkan inang antara III adalah inang dimana parasit mengalami perkembangan baik morphologi maupun physiology pada fase kehidupan tertentu tetapi tidak mencapai tahap dewasa. Parasit yang memiliki inang antara dalam siklus hidupnya terutama golongan helminth. Inang paratenik adalah inang dimana parasit hidup untuk sementara dan tidak mengalami perkembangan atau perubahan fase kehidupannya. Inang paratenik kemungkinan dapat diperlukan atau tidak dalam siklus hidup parasit, terutama berperan dalam menjembatani adanya hambatan ekologi (ecological barrier).

Sumber : Modul Pembelajaran Berbasis Student Center Learning (SCL)Mata Kuliah Parasitologi Ikan (Ir. Hilal Anshary, M.Sc., PhD), UNIVERSITAS HASANUDDIN.

Popular posts from this blog

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

PENDIDIKAN JEMBATAN PEMBANGUNAN

Pemanfaatan Imunostimulan untuk Pencegahan Koi Herpes Virus (KHV)