REPRODUKSI CARDINAL FISH (IKAN CAPUNGAN BANGGAI)
Pasangan Banggai Cardinal fish mempertahankan wilayahnya secara bersama, hal tersebut disebabkan karena : 1) mempertahan daerah pemijahan , 2) wilayah pertahanan (Ikan jantan menjaga ikan betina yang sedang mengerami anak-anaknya), dan 3) untuk menghindari upaya pemijahan oleh ikan jantan yang menyelinap (Kolm dan Berglund 2004). Tekanan terhadap wiilayah pemijahan lebih besar berasal dari ikan jantan yang menyelinap. Ikan jantan yang menyelinap tidak dapat menggantikan ikan jantan lainnya yang telah membuahi betina meskipun ikan betina mungkin telah dirayu ikan jantan yang menyelinap; juga sebaliknya, ikan jantan tidak pernah dirayu oleh betina lainnya. Ikan jantan dan ikan betina memainkan peranan yang berbeda dalam pertahanan wilayah yang sama (Kolm dan Berglund 2004).
Proses pendekatan ikan jantan-betina terjadi pada siang hari. Pada saat pemijahan dan transfer telur, telur keluarkan dari genital papilla betina kemudian dibuahi dan dierami di dalam mulut ikan jantan. P. kauderni memiliki fekunditas rendah, betina menghasilkan telur sekitar 75 telur dengan diamter 2,5-3-mm. Di alam, jumlah telur yang dapat dierami di dalam mulut ikan jantan sebesar 41 butir telur (Vagelli 1999, Vagelli dan Volpedo 2004). Ikan jantan mengerami telur selama 20 hari. Setelah pemijahan dan transfer telur, ikan betina melindungi ikan jantan dari gangguan ikan lainnya, sedangkan ikan jantan tetap mengerami telur di mulut mereka. Pada kondisi laboratorium, daya tetas telur mencapau 40 hingga 60 % (Vagelli, 1999).
Posted By : Irmawan Syafitrianto
Proses pendekatan ikan jantan-betina terjadi pada siang hari. Pada saat pemijahan dan transfer telur, telur keluarkan dari genital papilla betina kemudian dibuahi dan dierami di dalam mulut ikan jantan. P. kauderni memiliki fekunditas rendah, betina menghasilkan telur sekitar 75 telur dengan diamter 2,5-3-mm. Di alam, jumlah telur yang dapat dierami di dalam mulut ikan jantan sebesar 41 butir telur (Vagelli 1999, Vagelli dan Volpedo 2004). Ikan jantan mengerami telur selama 20 hari. Setelah pemijahan dan transfer telur, ikan betina melindungi ikan jantan dari gangguan ikan lainnya, sedangkan ikan jantan tetap mengerami telur di mulut mereka. Pada kondisi laboratorium, daya tetas telur mencapau 40 hingga 60 % (Vagelli, 1999).
Posted By : Irmawan Syafitrianto