KERUGIAN SEKTOR PERIKANAN AKIBAT LETUSAN MERAPI

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengungkapkan, berdasarkan perhitungan KKP, kerugian sementara yang diderita para pembudidaya mencapai sekitar Rp 25,9 miliar.
Saat ini produksi ikan terutama ikan lele di Yogyakarta khususnya Boyolali mencapai lebih dari 15 ton per hari. Akibat bencana ini, produksi perikanan mengalami penurunan lebih dari 50 persen,” ungkap Fadel di Jakarta, Selasa (9/11).
Untuk menormalisasi tingkat produksi perikanan, dalam waktu dekat, tepatnya setelah erupsi Merapi berhenti, KKP akan melakukan rehabilitasi tambak-tambak dan kolam-kolam budidaya. Selain rehabilitasi lahan kolam seluas 114 ha, untuk memulihkan perekonomian di sektor budidaya ikan, para pembudidaya membutuhkan sedikitnya 11 juta ekor benih ikan dan lebih dari 1.050 ton pakan ikan.
Sebelumnya, KKP juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk penanganan tsunami di Kepulauan Mentawai.
“Lebih dari 100 hektar lahan budidaya rusak akibat tertutup debu vulkanik Merapi sehingga mengakibatkan jutaan ekor ikan di kolam dan tambak mati,” ujar Fadel Muhammad. Fadel Muhammad menjelaskan, pihaknya sedang mendata kerugian bidang perikanan akibat letusan gunung Merapi di wilayah Boyolali. Namun diperkirakan nilai kerugian telah mencapai kisaran Rp 3,4 miliar.
Kerugian sebesar itu antara lain berupa kerusakan sarana dan prasarana serta matinya jutaan ekor ikan yang dibudidayakan petani di tambak dan kolam-kolam ikan akibat debu vulkanik. "Kerusakan itu mengakibatkan penurunan produksi perikanan lebih dari 50 persen."
Erupsi merapi yang menyemburkan debu dan material vulkanik lainnya mengakibatkan 70 kelompok pembudidaya dengan jumlah lebih 2.751 orang mengalami kerugian.
Kolam ikan yang paling parah terkena dampak bencana tersebut berada di Sleman, yakni seluas 117 hektare. Proses rehabilitasi perikanan yang akan dilakukan pemerintah, lanjut Fadel, membutuhkan dana sekitar Rp 80 miliar.

Popular posts from this blog

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

PENDIDIKAN JEMBATAN PEMBANGUNAN

Pemanfaatan Imunostimulan untuk Pencegahan Koi Herpes Virus (KHV)