Ikan Bandeng / Milk Fish (Chanos chanos)
Ikan
bandeng merupakan salah satu jenis ikan budidaya air payau yang potensial untuk
dikembangkan. Jenis ikan ini mampu mentolerir salinitas perairan yang luas (0 –
158 ppt) sehingga digolongkan sebagai ikan euryhaline
(Ghufron & Kardi, 1997). Selanjutnya dinyatakan bahwa ikan bandeng mampu
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan seperti suhu, pH, dan kekeruhan air
serta tahan terhadap serangan penyakit.
Ikan
bandeng yaitu sejenis ikan yang merupakan makanan penting di Asia Tenggara.
Ikan ini merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam familia Chanidae.
Ikan bandeng hidup di Samudra Hindia dan menyeberanginya sampai Samudra
Pasifik, mereka cenderung bergerombol di sekitar pesisir dan pulau-pulau dengan
koral. Ikan yang muda dan baru menetas hidup di laut untuk 2 - 3 minggu, lalu
berpindah ke rawa-rawa bakau, daerah payau, dan kadangkala danau-danau. Bandeng
baru kembali ke laut kalau sudah dewasa dan bisa berkembang biak
(Wikipedia.org, 2009)
Ikan
bandeng mempunyai tubuh yang
ramping dan ditutupi oleh sisik dengan
jari-jari yang lunak. Sirip ekor yang panjang dan bercagak. Mulut sedang dan
non protractile dengan posisi mulut satu garis dengan sisi bawah bola mata dan
tidak memiliki sungut (Djuhanda, 1981).
Menurut
Saanin (1984) klasifikasi ikan bandeng yaitu sebagai berikut :
Phylum : Chordata
Sub phylum : Vertebrata
Kelas : Pisces
Sub kelas : Teleostei
Ordo : Malacopterigii
Famili : Chanidae
Genus : Chanos
Spesies : Chanos
chanos
Menurut
Ghufron & Kardi (1997), ikan bandeng mempunyai badan yang memanjang seperti
torpedo dengan sirip ekor bercabang sebagai tanda bahwa ikan bandeng tergolong
sebagai perenang cepat. Kepala ikan bandeng tidak bersisik, mulut kecil
terletak di ujung rahang tanpa gigi, lubang hidung terletak di depan mata. Mata
diliputi oleh selaput bening (subcutaneus).
Warna badan putih keperak-perakan dan punggung putih kehitaman.
Di
Indonesia, ikan bandeng dapat dengan mudah ditemukan di daerah Sumatera
Selatan, Borneo, Jawa, dan Sulawesi . Ikan
bandeng mempunyai komposisi zat gizi yang cukup tinggi (Irianto & Soesilo,
2007).
Posted by : Irmawan Syafitrianto