UJI BIOKIMIA BAKTERI
Uji Oxidatif atau Fermentatif (O/F)
Koloni bakteri diambil dengan jarum ose secara aseptik, inokulasiakan vertical pada 1 set (dua buah tabung) O/F medium. Salah satu tabung diberi parafin 1 ml, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Pemberian paraffin dimaksudkan untuk menahan oksigen yang masuk pada tabung yang berisi O/F medium. Reaksi oksidatif terjadi jika tabung yang tidak diberi paraffin berubah menjadi kuning. Sedangkan reaksi fermentative terjadi jika tabung yang diberi paraffin berubah warna menjadi kuning atau kedua tabung berubah warna menjadi kuning.
Uji Motilitas
Koloni bakteri diambil dengan aseptik menggunakan jarum inokulum, kemudian inokulasikan secara vertikal pada media SIM (Sulfida Indol Motility) dan di inkubasi selama 24 jam. Motilitas bakteri ditunjukan dengan adanya pertumbuhan pada permukaan medium dan tidak ada bekas pada tusukan, Bakteri non motil tumbuh sepanjang tusukan.
Uji Oksidase
Pertama-tama, p-amino dimethylaninine-oxalat 1% diteteskan pada kertas saring. Kemudian secara aseptik, satu ose penuh koloni bakteri dioleskan diatas tetesan p-amino dimethylaninine-oxalat 1%. Jika koloni berubah warna menjadi merah maka menunjukan tes positif dan jika bewarna ungu menunjukan tes negatif.
Uji Katalase
Dengan menggunakan jarum ose, koloni bakteri secara aseptik diambil dan diletakan pada gelas objek yang bersih. Kemudian diteteskan hydrogen peroksida (H2O2) pada koloni bakteri tersebut. Adanya gelembung-gelembung udara menunjukan tes tersebut positif.
Uji Gelatin
Secara aseptik, biakan bakteri diinokulasikan pada nutrien gelatin tegak dan dinkubasi selama 24 jam. Kemudian masukan dalam ice bath. Tes positif jika gelatin terhidrolisis dan tetap akan berbentuk cair. Sedangkan tes menjadi negatif jika gelatin tidak terhidrolisis sehingga saat dimasukan kedalam ice bath gelatin membeku.
Koloni bakteri diambil dengan jarum ose secara aseptik, inokulasiakan vertical pada 1 set (dua buah tabung) O/F medium. Salah satu tabung diberi parafin 1 ml, kemudian diinkubasi selama 24 jam. Pemberian paraffin dimaksudkan untuk menahan oksigen yang masuk pada tabung yang berisi O/F medium. Reaksi oksidatif terjadi jika tabung yang tidak diberi paraffin berubah menjadi kuning. Sedangkan reaksi fermentative terjadi jika tabung yang diberi paraffin berubah warna menjadi kuning atau kedua tabung berubah warna menjadi kuning.
Uji Motilitas
Koloni bakteri diambil dengan aseptik menggunakan jarum inokulum, kemudian inokulasikan secara vertikal pada media SIM (Sulfida Indol Motility) dan di inkubasi selama 24 jam. Motilitas bakteri ditunjukan dengan adanya pertumbuhan pada permukaan medium dan tidak ada bekas pada tusukan, Bakteri non motil tumbuh sepanjang tusukan.
Uji Oksidase
Pertama-tama, p-amino dimethylaninine-oxalat 1% diteteskan pada kertas saring. Kemudian secara aseptik, satu ose penuh koloni bakteri dioleskan diatas tetesan p-amino dimethylaninine-oxalat 1%. Jika koloni berubah warna menjadi merah maka menunjukan tes positif dan jika bewarna ungu menunjukan tes negatif.
Uji Katalase
Dengan menggunakan jarum ose, koloni bakteri secara aseptik diambil dan diletakan pada gelas objek yang bersih. Kemudian diteteskan hydrogen peroksida (H2O2) pada koloni bakteri tersebut. Adanya gelembung-gelembung udara menunjukan tes tersebut positif.
Uji Gelatin
Secara aseptik, biakan bakteri diinokulasikan pada nutrien gelatin tegak dan dinkubasi selama 24 jam. Kemudian masukan dalam ice bath. Tes positif jika gelatin terhidrolisis dan tetap akan berbentuk cair. Sedangkan tes menjadi negatif jika gelatin tidak terhidrolisis sehingga saat dimasukan kedalam ice bath gelatin membeku.