Aeromonas hydrophila

Bakteri A. hydrophila menyebabkan penyakit red disease pada ikan sidat. Infeksi bakteri A. hydrophila dapat mengakibatkan hemoragik (pendarahan) pada permukaan tubuh (Egusa, 1976). Menurut Jayavignesh dan Kannan (2011), bakteri A. hydrophila merupakan penyebab penyakit hemoragic septicaemia yang juga disebut sebagai motile aeromonas septicaemia (MAS). Bakteri ini dikenal bersifat oportunis karena akan menyerang saat ikan mengalami stres. Gejala ikan yang terinfeksi MAS bervariasi tetapi umumnya ditandai oleh adanya pendarahan pada kulit, insang, rongga mulut, borok pada kulit, bola mata menonjol (exopthalmia), perut kembung dan ikan lemas serta sering berada di permukaan atau dasar kolam.
Menurut Austin dan Austin (2007), Aeromonas hydrophila menyebabkan beberapa kondisi patologis yang berbeda diantaranya pembusukan pada sirip ekor dan hemoragik septicemia yang ditandai dengan lesi kecil pada permukaan tubuh yang menyebabkan pengelupasan sisik, pendarahan lokal terutama pada insang, abses, exophthalmia dan distensi abdomen.

Menurut Esteve dkk. (1993) kematian benih sidat (Anguilla anguilla) yang diinfeksi Aeromonas hydrophila terjadi pada 18 jam setelah infeksi dengan nilai LC antara 105,4 hingga 107,2 cfu/mL. A. hidrophila mampu mematikan 50 % populasi ikan lele (Clarias sp) dengan konsentrasi 105 cfu/mL, kepadatan bakteri tersebut lebih rendah dibandingkan pada ikan nila dengan konsentrasi 10 cfu/mL (Mangunwardoro, 2010). Perbedaan tingkat virulensi mungkin disebabkan oleh ketahanan tubuh, ukuran (umur), dan spesies yang berbeda.

Popular posts from this blog

PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

PENDIDIKAN JEMBATAN PEMBANGUNAN

Pemanfaatan Imunostimulan untuk Pencegahan Koi Herpes Virus (KHV)