SULTENG PENYANGGA IKN, BPPMHKP PALU SIAP JAMIN MUTU IKAN UNTUK KALIMANTAN
Bulan Agustus tinggal menghitung hari. Peringatan hari kemerdekaan yang selama ini di Jakarta untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kota Masa Depan, lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemindahan Ibukota negara bukan sebatas wacana. Memang, butuh waktu 15 sampai 20 tahun agar IKN rampung. Namun, keseriusan pemerintah dengan menjadikannya sebagai proyek strategis nasional (PSN) akan mendekatkan harapan menjadi kenyataan.
Selain pembangunan infrastruktur, IKN juga harus memiliki kesiapan terhadap penuhan bahan pangan bagi siapa saja yang akan bermukim di Kota Impian. Karena, produktifitas kerja harus diawali dengan pemenuhan kebutuhan lambung.
Ikan merupakan salah satu bahan pangan di Sulawesi Tengah yang banyak dikirim menuju Pulau Kalimantan. Pada tahun 2023, ikan layang masih menjadi komoditas dominan yang di Kirim Ke Kalimantan Timur. Tahun 2023, volume pengiriman ikan layang dari Sulawesi Tengah menuju Kalimantan Timur mencapai 4.473 Ton.
Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki tugas untuk melakukan penjaminan mutu ikan dari hulu (produksi primer) hingga hilir (pasca panen). Bentuk penjaminan mutu mencakup sertifikasi : Cara Budidaya Ikan yang Baik, Cara Pembenihan ikan Baik, Cara Pembuatan Pakan Ikan yang baik, Cara Distribusi Obat Ikan, Cara Penanganan Ikan di atas kapal, Cara Penanganan Ikan di Suplier, Sertifikat Kelayakan Pengolahan, HACCP, dan Sertifikasi Penerapan Distribusi Ikan yang baik.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPMHKP Palu sebagai salah satu perpanjangan tangan BPPMHKP memiliki peran strategis terhadap penjaminan mutu ikan yang akan didistribusikan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, BPPMHKP tentunya tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan dari pemerintah daerah serta instansi pemerintah lainnya sangat dibutuhkan. Bukan hanya itu, pelaku usaha perikanan (nelayan, pembudidaya, supplier, pengolah, pemasar, distributor, dll) harus turut berperan aktif untuk menjamin mutu ikan. Setiap orang harus memiliki kesadaran terhadap pentingnya budaya mutu. Ikan yang diproduksi, diolah, dan didistribusikan dengan benar akan memberikan jaminan terhadap pemenuhan kebutuhan perut.
Perut aman, pikiran aman, dan kerja lebih produktif.