Posts

ANTISIPASI PENOLAKAN HASIL BUDIDAYA DI UNI EROPA

Sejak tahun1970, Produk perikanan merupakan komoditas ekspor yang penting di Indonesia. Berdasarkan statistik perikanan Indonesia, ekspor total produk ini mencapai lebih dari 500.000 ton pada tahun 2002 dengan nilai lebih dari US $ 1,7 miliar. Negara yang telah menjadi tujuan ekspor hasil perikanan Indonesia antara lain : Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang dan Negara beberapa Negara di Asia. Dalam Gerakan Pengembangan Mina Bahari yang dicanangkan oleh Presiden RI, bulan Oktober 2003 di Gorontalo, ekspor produk perikanan diharapkan akan meningkat menjadi US $ 5 milyar pada tahun 2006. Kebijakan Komisi Uni Eropa menerapkan regulasi keamanan pangan yang ketat terhadap produk-produk perikanan yang dipasok ke wilayah itu menjadikan Uni Eropa sebagai barometer bagi pasar perikanan dunia. "Persyaratan Uni Eropa yang ketat membuat indonesia menjadi waswas. Kendala yang terberat memenuhi persyaratan itu adalah mendorong perbaikan sanitasi dan produk yang higienis kepada seluruh pembudiday...

Pengaruh Pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal)

Image
ABSTRAK IRMAWAN SYAFITRIANTO. L 221 02 044. Pengaruh Pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal) (di bawah bimbingan Haryati sebagai Pembimbing Utama dan Yushinta Fujaya sebagai pembimbing anggota). Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon pemberian berbagai jenis pakan terhadap perkembangan gonad kepiting bakau (Scylla serrata Forsskal) Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai salah satu bahan iformasi dalam usaha pengembangan budidaya kepiting bakau, khususnya dalam penyediaan induk matang gonad. Selain itu, sebagai bahan acuan dalam pengelolaan panti benih kepiting. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2006 sampai Februari 2007, di Unit Pembenihan Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau (BRPBAP), Kabupaten Barru. Hewan uji yang digunakan adalah Kepiting bakau (S.serrata Forsskal) betina dewasa sebanyak 12 ekor, berukuran lebar karapaks 15-18 cm, bobot 400-800 gram. Hewan uji diperoleh dari hasil pe...

Ekosistem Kolam

Image
Ekosistem kolam ditandai oleh adanya bagian perairan yang tidak dalam sehingga (kedalamannya tidak lebih dari 4-5 meter) yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan berakar dapat tumbuh di semua bagian perairan. Tidak ada batasan tegas yang dapat dibuat antara danau dan kolam. Ada perbedaan kepentingan secara ekologis, selain dari ukuran secara keseluruhan. Dalam danau zona limneti dan profundal relatif besar ukurannya dibandingkan dengan zona litoral. Bila sifat-sifatnya kebalikannya biasanya disebut kolam. Jadi zona limnetik adalah daerah produsen utama untuk danau secara keseluruhan. Kolam adalah daerah perairan kecil dimana zona litoralnya relatif besar dan daerah limnetik secara profundal kecil atau tidak ada. Stratifikasi tidak terlalu penting. Kolam dapat dijumpai dikebanyakan daerah dengan curah hujan yang cukup. Kolam alami jumlahnya banyak terdapat di daerah kapur bila terjadi depresi atau “penurunan” karena dari cairan di bawahnya. Kolam sementara yaitu kolam kering untuk beberapa wa...

STATUS PERIKANAN KEPITING BAKAU

Dengan informasi pasar kepiting bakau yang semakin meluas maka komoditas tersebut telah memberikan nilai ekonomis dan peningkatan pendapatan bagi petani dan telah membuka peluang bisnis kepiting bakau yang semakin berkembang. Pada awalnya bisnis ini hanya mengandalkan hasil tangkapan untuk ukuran pasar siap jual, kemudian meningkat ke upaya budidaya baik budidaya pembenihan maupun pembesaran. Seperti yang terjadi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Filipina. Oleh karena itu tidak saja kepiting besar yang ditangkap, tetapi ukuran kecilpun menjadi bernilai ekonomis. Akhirnya di beberapa tempat terjadi intensitas penangkapan yang cukup tinggi dan telah dirasakan semakin menurunnya produksi tangkap seperti kasus di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Harga kepiting bertelur penuh yang jauh lebih tinggi mendorong minat petani melakukan budidaya produksi kepiting bertelur. Di kalangan bisnis kepiting bakau usaha ini dinilai merupakan usaha yang paling menguntungkan, d...

BOCAH PESISIR

Image
SEMANGAT BOCAH PESISIR YANG TAK TERBELI

penjelasan Perda No 12 2005 Kab Maros

Tentang pengelolaan wilayah pesisir Kabupaten Maros 1. Tujuan Bahwa wilayah pesisir dan laut merupakan rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup dan kehidupan umat manusia. Untuk menjaga keberlangsungan fungsi dan peran wilayah pesisir dan laut tersebut mutlak diperlukan pengelolaan secara terpadu agar dapat lebih berdayaguna dan berhasil guna. Pengelolaan wilayah pesisir dan laut secara terpadu di kabupaten Maros dimaksudkan sebagai pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kawasan pesisir sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang ada di dalamnya. Proses pengelolaan dilaksanakan secara kontinu dan dinamis dengan mempertimbangkan segenap aspek sosial, ekonomi, budaya dan aspirasi masyarakat pengguna kawasan pesisir serta konflik kepentingan dan konflik pemanfaatani kawasan pesisir yang mungkin ada. Pe...

SIKLUS PHOSPOR PADA ESTUARIA

Di alam, fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh decomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik. Fosfat anorganik yang terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat banyak terdapat di batu karang dan fosil. Fosfat dari batu dan fosil terkikis dan membentuk fosfat anorganik terlarut di air tanah dan laut. Fosfat anorganik ini kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan lagi. Siklus ini berulang terus menerus.