Posts

BIODIVERSTAS LAHAN GAMBUT

Dari segi keanekaragaman hayati (biodiversitas) hutan-hutan rawa gambut sangat penting. Lahan gambut dapat dimanfaatkan untuk ditanami tanaman yang bersifat ekonomis seperti cabai, rotan, meranti, kayu putih (Melaleuca leucadendra), jagung, kacang tanah, kedelai, kapur naga (Callophilium soulatri), kempas (Koompassia malcencis), ketiau (Ganua motleyana), mentibu (Dactyloclades stenostachys), nyatoh (Palaquium scholaris), rambutan hutan (Nephelium sp.) anggrek, punak (Tertamerista glabra), perepat (Combretocarpus rotundatus), pulai rawa (Alstonia pneumatophora), terentang (Campnosperma spp.), bungur (Logerstroengia speciosa), belangeran (Shorea balangeran), meranti rawa (Shorea pauciflora), rengas (Melanorrhaoea walichii), palem merah (Cyrtoctachys lakka), ara hantu (Ploikilospermum suavalens), palas (Licuala paludosa), kantong semar (Nephentes mirabilis), liran (Pholidocarpus sumatranus), Flagellaria indica, akar elang (Uncaria schlerophylla), putat (Barringtonia racemosa), rasau (Pan...

TRAMMEL NET

TRAMMEL NET merupakan salah satu jenis alat penangkap ikan yang banyak digunakan oleh nelayan. Hasil tangkapannya sebagian besar berupa udang, walaupun hasilnya masih jauh dibawah pukat harimau (trawl). Di kalangan nelayan, Trammel net sering disebut juga "Jaring kantong", " Jaring Gondrong" atau "Jaring Udang". Sejak pukat harimau dilarang penggunaannya, Trammel net ini semakin banyak digunakan oleh nelayan. Konstruksi dan desain Trammel net sangat sederhana sehingga mudah dibuat sendiri oleh nelayan. Alat tersebut merupakan jaring berbentuk empat persegi panjang dan terdiri dari tiga lapis jaring, yaitu : dua lembar "jaring luar" dan satu lembar "jaring dalam". Agar alat tersebut terbuka tegak lurus di perairan pada saat dioperasikan, maka Trammel net dilengkapi pula dengan pelampung, pemberat dan tali ris. Dengan demikian alat ini digolongkan juga sebagai jaring insang (gill net). Bedanya kalau Trammel net terdiri dari 3 lapi...

KERUGIAN SEKTOR PERIKANAN AKIBAT LETUSAN MERAPI

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengungkapkan, berdasarkan perhitungan KKP, kerugian sementara yang diderita para pembudidaya mencapai sekitar Rp 25,9 miliar. Saat ini produksi ikan terutama ikan lele di Yogyakarta khususnya Boyolali mencapai lebih dari 15 ton per hari. Akibat bencana ini, produksi perikanan mengalami penurunan lebih dari 50 persen,” ungkap Fadel di Jakarta, Selasa (9/11). Untuk menormalisasi tingkat produksi perikanan, dalam waktu dekat, tepatnya setelah erupsi Merapi berhenti, KKP akan melakukan rehabilitasi tambak-tambak dan kolam-kolam budidaya. Selain rehabilitasi lahan kolam seluas 114 ha, untuk memulihkan perekonomian di sektor budidaya ikan, para pembudidaya membutuhkan sedikitnya 11 juta ekor benih ikan dan lebih dari 1.050 ton pakan ikan. Sebelumnya, KKP juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk penanganan tsunami di Kepulauan Mentawai. “Lebih dari 100 hektar lahan budidaya rusak akibat tertutup debu vulkanik Merapi sehingga menga...

CLASSIFICATION Anguilla bicolor

Image
Kingdom: Animalia Phylum : Chordata Class : Actinopterygii Order : Anguilliformes Family : Anguillidae Genus : Anguilla Species: A. bicolor Subspecies: A. b. bicolor sumberdaya ikan sidat di perairan Indonesia cukup besar, tetapi berbagai ancaman seperti adanya tangkapan berlebih terhadap sidat anakan yang baru mau tumbuh maupun sidat dewasa yang siap bereproduksi, kerusakan habitat hunian ikan sidat akibat ulah manusia, pencemaran lingkungan, pembangunan infrastruktur, bencana alam, maupun dampak perubahan iklim global, telah turut mempengaruhi kelangsungan hidup biota unik ini di perairan Indonesia. Menurut Dr. Sam Wouthyzen, migrasi sidat Sulawesi ke perairan Teluk Tomini memiliki keunikan. Karena jalur migrasinya relatif pendek dibandingkan dengan migrasi sidat sub tropis seperti Sidat Jepang (Anguilla japonica) yang melakukan migrasi pemijahnya sejauh 4000 mil di tengah laut Pasifik. Atau sidat Amerika dan Eropah (Anguilla anguilla dan Anguilla rostrata) yang bermigrasi 8000 m...

(PENGOBATAN TRADISIONAL ICE-ICE)Traditional Medications Treat Ich

As stated previously , there are many products available for treating ich. Whatever you choose, be sure to: 1. Read the label thoroughly for dosage information, special instructions, and warnings related to your own health and that of your plants, invertebrates, and scaleless or sensitive species of fish. 2. Perform a water change and vacuum the gravel before medicating. Most meds are less effective with excessive dissolved organics (nitrates) present and you’re often instructed not to change any water during treatment. 3. Remove the carbon from your filter. 4. Maintain good surface agitation and water movement. This is always important, but it is absolutely critical when raising your water temperature and administering meds – both of which reduce the oxygen content of the water and can kill your fish if care is not taken. For that reason, it is not advisable to raise the temperature more than 2 degrees above normal when using any of the following Ich treatment products. 5. Continue tr...

PEMERIKSAAN PARASIT PADA IKAN

Sebelum melakukan proses nekropsi, terlebih dahulu melakukan pengamatan gejala klinis ikan selama masih berada di tempat pemeliharaannya (akuarium) berupa terdapat atau tidaknya kelainan pada ikan, seperti posisi berenang, nafsu makan, tingkah laku ikan (aktif atau pasif), dan lain-lain. Kemudian mencatat hasil pengamatan yang dilakukan. Setelah itu, mengambil ikan yang akan diperiksa untuk dilanjutkan pada proses nekropsi dan pemeriksaan serta identifikasi parasit. Adapun tahap-tahap nekropsi dan pemeriksaan serta identifikasi parasit adalah sebagai berikut : 1. Melakukan pemeriksaan secara makroskopisdengan melihat bagian eksternal pada ikan, berupa bentuk sirip, tulang punggung, ada atau tidaknya ulcer, nodul, insang, dan lain-lain. Kemudian mencatat hasil pengamatan; 2. Mengambil lendir pada ikan dan meletakkannya pada objek glass yang telah ditetesi larutan NaCl fisiologis. Kemudian melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop; 3. Mengukur berat dan panjang total ikan, ke...

FILLET IKAN

Fillet ikan adalah daging ikan tanpa sisik dan tulang (kadang-kadang juga tanpa kulit) diambil dari kedua sisik badan ikan, kadang-kadang kedua potongan saling bergandengan yang dikenal dengan nama butterfly fillet (Moeljanto, 1992). Menurut Suparno (1993b), fillet ikan adalah bagian daging ikan yang diperoleh dengan penyayatan ikan utuh sepanjang tulang belakang dimulai dari kepala hingga mendekati ekor. Tulang belakang dari tulang rusuk yang membatasi badan dengan rongga perut tidak terpotong pada waktu penyayatan. Daging fillet yang diperoleh dengan cara penyayatan seperti ini tulang atau duri ikan yang ikut umumnya hanya sedikit sekali. Lebih lanjut dinyatakan bahwa produk fillet ikan lebih rentan terhadap kontaminasi dan penurunan mutu daripada ikan utuh. Penerapan rantai dingin dan kebersihan yang ketat merupakan persyaratan utama agar memperoleh produk yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Fillet ikan adalah suatu irisan daging ikan tanpa tulang. Ketika mendengar kata...