Posts

Showing posts from July, 2010

EKOLOGI SUNGAI

Aspek ekologi adalah aspek yang merupakan kondisi seimbang yang unik dan memegang peranan penting dalam konservasi dan tata guna lahan serta pengembangan untuk menekan masalah yang timbul sebagai akibat dari perubahan global yang disebabkan manusia (Forman, 1996). Sungai terdiri dari bagian-bagian yang berperan penting secara ekologis. Maryono (2003) menyatakan bahwa sempadan sungai sering juga disebut dengan bantaran sungai namun sebenarnya ada sedikit perbedaan, karena bantaran sungai adalah daerah pinggir sungai yang tergenangi air saat banjir (flood plain). Bantaran sungai bisa juga disebut bantaran banjir, sedangkan sempadan sungai adalah daerah bantaran banjir ditambah lebar longsoran tebing sungai (sliding) yang mungkin terjadi, lebar bantaran ekologis, dan lebar keamanan yang diperlukan terkait dengan letak sungai (misal areal permukiman dan non permukiman). Sempadan sungai (terutama di daerah bantaran banjir) merupakan daerah ekologi dan sekaligus hidrolis sungai yang sangat p...

KRITERIA PERUNTUKKAN AIR

Kualitas air sangat ditentukan oleh konsentrasi bahan pencemar di dalam air. Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001, menggolongkan air berdasarkan peruntukannya menjadi 4 (empat) kelas yaitu : 1. Kelas satu, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; 2. Kelas dua, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; 3. Kelas tiga, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; 4. Kelas empat, yaitu air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mensyaratkan mu...

SISTEM PEMASARAN KEPITING BAKAU

Berbeda dengan produk perikanan lainnya seperti ikan dapat diolah menjadi ikan olahan dengan cara penggaraman dan pengeringan melalui metode yang sederhana dan alami. Ikan olahan ini mempunyai kadar air rendah karena penyerapan oleh garam dan penguapan oleh panas (Winarno dan Laksmi, 1994). Akan tetapi usaha pengolahan pada kepiting bakau tidak dapat dilakukan seperti ikan karena kepiting bakau memiliki struktur kulit yang keras. Satu-satu usaha pengolahan yang dapat dilakukan pada kepiting adalah pengalengan. Oleh sebab itu, upaya untuk memasarkan kepiting bakau ke konsumen perlu segera dilakukan agar tidak terjadi kematian. Pemasaran (penjualan) kepiting bakau dapat diartikan sebagai kegiatan manusia untuk mengalihkan kepiting bakau kepada pihak pembeli atau konsumen. Untuk proses penjualan kepiting bakau dari produsen (nelayan dan petani tambak) ke konsumen biasanya melibatkan lembaga-lembaga pemasaran. Lembaga-lembaga pemasaran adalah lembaga-lembaga atau badan-badan yang menyelen...

KONSEP APLIKASI PROBOTIK

Image
Moriarty (1998) mengusulkan untuk memperluas definisi probiotik untuk mikroba "air aditif". Saya (peneliti) menyarankan alternatif definisi probiotik sebagai: sel-sel mikroba yang dikelola sedemikian rupa untuk memasuki saluran pencernaan dan akan terus hidup, dengan tujuan meningkatkan kesehatan. Definisi yang terakhir ini akan digunakan sebagai berikut menyortir persiapan mikroba yang dapat ditunjuk sebagai probiotik. Pada tahun 1991, melaporkan pada dua Porubcan upaya perawatan bakteri untuk meningkatkan kualitas air dan hasil produksi Udang windu. (1) Floating biofilters pra-diinokulasi dengan bakteri nitrifying penurunan jumlah amonia dan nitrite di rearinc, air. Perawatan ini meningkatkan kelangsungan hidup udang (Porubcan, 1991 a). (2) Pengenalan Bacillus spp. dekat dengan kolam aerators mengurangi permintaan oksigen kimia, dan peningkatan panen udang (Porubcan, 1991b). Beberapa produk komersial telah berusaha untuk mengeksploitasi ide yang sama bahwa bakteri yang meni...

DESKRIPSI REPRODUKSI RAJUNGAN

Kepiting rajungan dapat hidup pada berbagai habitat seperti pantai bersubstrat pasir, pasir berlumpur, pasir putih berlumpur bersama-sama rumput laut di selat-selat terbuka dan pulau-pulau berkarang (Moosa, 1981). Menurut Sakai dkk. (1983), sebagian besar kepiting rajungan hidup di laut dan menetap pada zona intertidal pada dasar perairan dangkal. Delsman dan De Man (1925) dalam Fatuchri (1972) menyatakan bahwa penyebaran kepiting rajungan adalah Laut Merah, Laut Tengah, Samudra Hindia (Natal, Zanzibar, Madagaskar, dan India), Teluk Persia, Kepulauan Mergui, Singapura, Kepulauan Indonesia, Philipina, Laut Cina, Australia, New Zealand, New Caledonia, Tahiti, dan Jepang. Romimohtarto (1977) menyatakan bahwa musim pemijahan rajungan lebih mudah diamati dari pada ikan, hal ini dapat ditandai dengan terdapatnya telur-telur yang sudah dibuahi yang masih terbawa induknya yang melekat pada lipatan abdomen bersama pleopodanya. Musim pemijahan rajungan terjadi sepanjang tahun dengan puncaknya...

BIOLOGI BANDENG

Image
Ikan bandeng memiliki hubungan hubungan yang erat dengan ikan-ikan yang hidup di air tawar. Ikan bandeng diduga berasal dari wilayah Eropa dan Amerika, dan melakukan migrasi ke wilayah laut tropis. Saat ini ikan bandeng lebih banyak ditemukan pada daerah tropis (Bagarinao, 1994). Menurut Saanin (1984) klasifikasi ikan bandeng adalah sebagai berikut : Phylum : Chordata Sub phylum: Vertebrata Kelas : Pisces Sub kelas: Teleostei Ordo : Malacopterigii Famili : Chanidae Genus : Chanos Spesies : Chanos chanos Ikan bandeng merupakan salah satu jenis ikan budidaya air payau yang potensial untuk dikembangkan. Jenis ikan ini mampu mentolerir salinitas perairan yang luas (0 – 158 ppt) sehingga digolongkan sebagai ikan euryhaline (Ghufron & Kardi, 1997). Selanjutnya dinyatakan bahwa ikan bandeng mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan seperti suhu, pH, dan kekeruhan air serta tahan terhadap serangan penyakit. Ikan bandeng adalah sejenis ikan yang merupakan makanan penting d...

KARAKTERISTIK VIBRIO SP

Vibrio sp mempunyai sifat-sifat umum yaitu berbentuk batang ynag bengkok, mempunyai satu batang cambuk yang yang terletak pada salah satu ujung batangnya (Bonang dan Koeswardono, 1982) Vibrio sp mempunyai ukuran panjang 1-3 mikron dan diameter 0,4-0,6 mikron dan dapat tumbuh pada pH 6,4-9,6 dengan pH optimum 7,8-8,0 (Fardiaz, 1983). Selanjutnya menurut O’kory (1984) Vibrio sp dapat menggunakan sitrat sebagai sumber karbon dan pada Uji Methyl Red menunjukkan hasil yang positif. Bakteri ini dapat menfermentasi glukosa, maltosa, manitol serta sukrosa menjadi asam tanpa gas, bersifat katalase dan oksidase positif. Kontaminasi bakteri ini pada manusia dapat terjadi bila mengkontaminasi makanan dan hasil-hasil laut, akibat penanganan dan perlakuan yang keliru. Vibrio sp dapat mengakibatkan gastroenteritis dengan gejala umum yaitu diare encer dan seringkali berdarah, muntah, mual, demam dan kram perut (Kiiyuku, 1990) Broch dan Madigon (1991) menyatakan bahwa Vibrio sp bersifa...

MANFAAT BAKTERI AN AEROB

Bakteri anaerob merupakan jenis bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Bakteri anaerob tumbuh tanpa terkontaminasi udara bebas. Salah satunya tumbuh di dalam kotoran hewan yang masih berada di dalam perut. Ada dua cara untuk memperolehnya. Cara pertama , mengambil bakteri anaerob dari kotoran di dalam perut hewan yang disembelih. Cara kedua , mengambil kotoran dari dalam perut hewan ternak yang dipertahankan tetap hidup. Cara ini menggunakan teknologi medis dengan operasi fistula. Operasi fistula untuk membuat saluran pengambilan kotoran hewan ternak dari dalam perut tanpa menyebabkan hewan itu mati. Secara ilmiah, terbukti kandungan bakteri anaerob paling banyak berada di rumen, yaitu bagian perut pertama pada hewan pemamah biak. Bagian ini terletak di antara kerongkongan dan perut jala. "Kotoran yang mengandung bakteri anaerob dapat diambil setiap hari dari hewan yang dioperasi fistula," kata Suryadi, periset pada Pusat Teknolog...

MIKROORGANISME PADA IKAN SEGAR

Mikroorganisme yang paling dominan dan berperan dalam kerusakan (pembusukan) daging ikan adalah bakteri. Bakteri telah ada sewaktu ikan masih hidup, yaitu terdapat pada insang, organ isi perut dan permukaan tubuh ikan. Tapi bakteri tersebut tidak merusak, dikarenakan ikan memilikin ketahanan dan kebutuhan bakteri untuk pertumbuhannya telah tersedia dari lingkungannya. Setelah ikan mati, tubuh ikan tidak lagi memiliki ketahanan dan bakteripun tidak terpenuhi kebutuhannya. Karena hal yang demikian ini maka bakteri segera menggunakan (memanfaatkan) daging ikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan populasi bakteri segera berkembang cepat sehingga mempercepat pula kerusakan daging ikan (Irawan, 1995b) Lingkungan air mempengaruhi keberadaan mikroorganisme pada ikan. Ikan yang hidup di laut utara umumnya membawa banyak bakteri psikrofilik, sedangkan ikan yang berada di laut tropis lebih banyak membawa bakteri mesofilik (Frazier & Westhoff, 1988). Selanjutnya Rahayu et al. (1992) menyat...

TENTANG ASPERGILLUS

LINGKUNGAN Aspergillus membutuhkan lingkungan tumbuh yang memenuhi persyaratan, antara lain memiliki kelembaban relatif (Rh) minimum sebesar 80%. Aspergillus flavus maupun Aspergillus parasiticus membutuhkan suhu sebesar 25 – 40oC guna pembentukan aflatoksin. Derajat keasaman (pH) medium yang dibutuhkan untuk pembentukan aflatoksin adalah pH 5,5-7,0. Selain persyaratan lingkungan, maka pembentukan aflatoksin sangat ditentukan pula oleh faktor potensial genetik fungi dan lama kontak antara fungi dengan substrat. Potensial genetik fungi ditentukan oleh strain fungi, misalnya terdapat fungi yang khusus menghasilkan aflatoksin B1. Pertumbuhan Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus ditentukan oleh jenis dan kadar karbohidrat. Jenis karbohidrat yang paling baik untuk media fungi antara lain : glukosa, galaktosa dan sukrosa. Kemampuan tumbuh fungi pada media maltosa dan laktosa akan lebih rendah daripada glukosa, galaktosa dan sukrosa. Lebih-lebih pada media sorbitol dan mannitol, m...

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN BAKTERI

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah penyediaaan nutrien yang sesuai untuk kultivasi bakteri, faktor fisika, dan faktor kimia. Meskipun medium yang digunakan amat beragam, namun sebagai makhluk hidup bakteri mempunyai kebutuhan dasar yang sama, yaitu meliputi air, karbon, dan mineral. Perlu disediakan kondisi fisik yang memungkinkan pertumbuhan optimum. Bakteri tidak hanya amat bervariasi dalam persyaratan nutrisi, tetapi juga menunjukkan respon yang berbeda terhadap kondisi fisik dalam lingkungannya. Faktor-faktor fisik yaitu: Suhu Suhu selain mempengaruhi pertumbuhan, juga mempengaruhi perbanyakan, dan daya tahan. Suhu setiap jenis bakteri bervariasi. Berdasarkan suhu pertumbuhan dibedakan menjadi : • Mesofil, terdapat pada tanah, air, dan tubuh vertebrata, suhu pertumbuhan 10-470C. Suhu pertumbuhan optimum 30-400C. • Termofil, ditemukan pada habitat yang bersuhu tinggi, pembuatan kompos, susu, tanah, dan air laut. Mampu tumbuh pada suhu 45-500C, dibedak...